JAKARTA, AKURATNEWS.c0 – Penampilan musisi Viky Sianipar membawakan lagu ‘Huta Namartuai’ terdengar lembut di panggung utama Toba Dream, Jakarta, Sabtu (23/8/2025). Suasana gempita ini menjadi saksi lahirnya Yayasan Lestari Budaya Sumatera, sebuah wadah yang diprakarsai untuk merawat dan mempromosikan musik Batak ke panggung dunia.

Viky Sianipar penggiat musik etnik Batak sukses mengangkat budaya Batak lewat lagu’Huta Namartuai’ untuk Original Soundtrack (OST) Film Layar Lebar ‘Ngeri Ngeri Sedap’, yang dirilis pada tahun 2022. Lagu Huta Namartuai menciptakan keharuan dengan sentuhan vokal Viky Sianipar yang dibarengi oleh penyanyi Ogar Nababan.

Penampilan musisi Viky Sianipar dalam Launching Yayasan Lestari Budaya Sumatera menjadi penanda, musik Batak cukup mendunia. Selaras dengan tujuan yayasan tersebut, ini tak lepas dari perjalanan panjang Samosir Music International (SMI) yang sejak 2014 konsisten digelar di Pulau Samosir.

Festival tersebut telah memperkenalkan musik dan budaya Batak ke telinga dunia, dari panggung lokal hingga lintas negara. Kini, lewat naungan yayasan, festival tersebut akan dikelola lebih profesional dan berkelanjutan.

“Selama ini kami sudah berusaha melakukan banyak hal untuk Bonani Pasogit, terutama Danau Toba. Tetapi agar bisa berbuat lebih besar, kita perlu wadah resmi. Lewat yayasan ini kita bisa bergotong royong dan berkomunikasi dengan lebih banyak pihak,” ujar Hendrik Manik, Ketua Yayasan Lestari Sumatera.

Bagi Hendrik, musik adalah bahasa universal yang bisa menjembatani perbedaan. Karena itu, SMI selalu menghadirkan kolaborasi lintas budaya, dari musisi lokal hingga internasional, serta menghadirkan workshop, diskusi budaya, dan ruang belajar bagi generasi muda.

Humas Yayasan, Nelly Marlinda, menambahkan harapannya agar lembaga ini menjadi pusat pengembangan budaya yang inklusif. “Dengan dukungan semua pihak, semoga budaya Batak bisa naik kelas, bahkan go internasional,” ujarnya.

Lebih dari sekadar melestarikan tradisi, Yayasan Lestari Sumatera bertekad menghadirkan wajah baru budaya Batak: dinamis, kreatif, sekaligus membumi. Dari tepian Danau Toba, gema musik dan nilai-nilai kearifan lokal itu diharapkan terus bergema hingga ke panggung dunia.

Selain Viky yang turut merayakan acara, tokoh Anti Korupsi Saut Situmorang juga tampil dengan melantumkan lagu “The Goodnes Of God” dengan seksofon. Lewat lagu ini Saut ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya melawan praktik korupsi.

Keterlibatan Yayasan Lestari Budaya Sumatera menghadirkan Saut Sitomorang dan Viky Sianipar selaras dengan visi misi lembaga ini. Yayasan menilai bahwa musik dan budaya dapat menjadi “jembatan” untuk menyampaikan pesan moral yang berat agar terasa lebih ringan dan menyentuh hati masyarakat./Teg.

By Gembur