JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meminta maaf kepada warga Rusia dan memerintahkan penguatan keamanan setelah meninjau lokasi pembunuhan lima orang di Provinsi Chon Buri. Korban terdiri atas dua bersaudara asal Rusia dan tiga anggota keluarga Thailand.
Anutin bersama Kepala Kepolisian Nasional Thailand Kitrat Phanphet mengunjungi Chon Buri pada Sabtu (1/8/2026) untuk memantau penyelidikan kasus pembunuhan tersebut, seperti dilaporkan The Nation.
Anutin terlihat terpukul saat memeriksa dua lokasi kejadian dan menerima penjelasan dari tim penyidik.
Anutin mengakui kasus tersebut telah mencoreng citra Thailand dan berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap Chon Buri dan Pattaya yang dikenal sebagai tujuan wisata internasional.
“Kita harus memulihkan kepercayaan semaksimal mungkin. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, para pelaku dapat terus melakukan kejahatan. Mereka tidak hanya bertindak terhadap warga negara asing, tetapi juga terhadap tiga warga Thailand,” kata Anutin, dikutip The Nation.
Anutin juga menyampaikan permintaan maaf kepada wisatawan asing, khususnya warga Rusia, serta menyatakan penyesalan atas kematian korban yang terjadi di Thailand. “Kita harus memberikan kepercayaan sebesar mungkin kepada warga asing,” ujarnya.
“Saya meminta maaf kepada masyarakat Rusia dan menyampaikan belasungkawa, terutama karena mereka telah mendorong masyarakat negaranya untuk berkunjung ke Thailand,” kata Anutin.
Mantan narapidana Thana Kerdthong, 43, dan Thongchai Srinil, 39, ditangkap di Provinsi Sa Kaeo. Keduanya kemudian mengantar polisi ke lokasi pemakaman dua warga Rusia yang diduga dibunuh untuk mengambil sepeda motor milik korban, menurut Bangkok Post.
Polisi Thailand menemukan makam tersebut di kawasan hutan di subdistrik Huai Yai, Distrik Bang Lamung, Chon Buri.
Jenazah Diana Nazimova, 22, dan adik laki-lakinya, Roman Nazimov, 17, ditemukan terkubur bersama dalam lubang sedalam sekitar satu meter. Kedua bersaudara tersebut dilaporkan hilang sejak 26 Juli 2026.
Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Diana yang berada di atas jenazah adiknya. Sementara itu, Roman mengalami dua luka tembak, masing-masing di kepala dan perut.
Polisi mengatakan kedua korban masih mengenakan pakaian lengkap ketika ditemukan dan dikuburkan tanpa dibungkus ataupun disembunyikan dengan cara lain. Pemeriksaan awal juga tidak menemukan indikasi Diana mengalami kekerasan seksual, menurut penyidik.
Sekitar 2 kilometer dari makam kedua warga Rusia, polisi menemukan jenazah seorang ayah, ibu, dan anak perempuan yang dikuburkan bersama di kebun kelapa.
Polisi mengatakan Thana menunjukkan lokasi tersebut kepada petugas dan mengaku membunuh keluarga itu dengan motif perampokan. Penyelidikan selanjutnya mengarah pada penangkapan dua tersangka lain, yakni Chatchanan Paen-aiam dan Atsadang Chuwong.
Menurut penyidik, para tersangka menyamar sebagai polisi ketika mendatangi rumah korban di Bang Lamung. Mereka kemudian memborgol pria berusia 53 tahun dan istrinya yang berusia 50 tahun ketika keduanya berada di rumah.
Putri pasangan tersebut yang berusia 18 tahun pulang dari toko serba ada tidak lama kemudian dan turut disekap. Polisi mengatakan ketiga korban kemudian dibawa ke lokasi lain, ditembak, dan dikuburkan.
Polisi masih memverifikasi keterangan Thana dan menyelidiki kemungkinan keterlibatannya dalam tindak kriminal lainnya./Ib.
