BEKASI, AKURATNEWS.co – Tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia menjadi perhatian serius bagi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Arlindo atau Arlindo School of Management. Sebagai ikhtiarnya, pola pendidikan yang dikembangkan merujuk pada kebutuhan industri sehingga bisa menciptakan lulusan yang siap kerja dan pakai.

“Kurikulum STIE Arlindo ini di desain dengan konsep link and match, dimana ditujukan untuk merespons tuntutan perkembangan industri yang ada di Indonesia. Kami juga menghadirkan para pakar di bidangnya untuk membuat mahasiswa memiliki pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di STIE Arlindo,” kata Ketua STIE Arlindo, Prof Dr Dra Hj Endang Dwi Amperawati., MM, saat peletakan batu pertama gedung baru STIE Arlindo di Bekasi, Jawa Barat, Minggu, (21/1).

Endang mengatakan visi dari STIE Arlindo adalah menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi manajemen dan ekonomi yang unggul dan bermartabat di ASEAN pada tahun 2030. Momen tersebut, kata dia, bertepatan dengan bonus demografi, dimana STIE Arlindo siap menjadi salah satu penyumbang SDM unggul dan berdaya saing.

“STIE Arlindo hadir dengan inovasi dan modern, dimana basis kurikulum STIE Arlindo telah menanamkan prinsip dimana alumninya siap menjadi pengusaha dan profesional yang berbasis pada triple bottom line, yakni profit, planet, dan people,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang juga menambahkan bahwa STIE Arlindo akan menciptakan lulusan yang siap menjadi pengusaha.

“Kami memepersiapkan mereka, jika lulus nanti bisa menjadi pengusaha, jadi mampu memberi pekerjaan, bukan mencari pekerjaan, tambah Endang.

Sebagai lembaga pendidikan yang berada di Bekasi — notabene dikenal sebagai Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara dan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Endang melihat STIE Arlindo memiliki peran strategis untuk mencetak SDM yang siap menjawab kebutuhan industri.

“STIE Arlindo siap menjadi inkubator untuk mengembangkan kemampuan para mahasiswanya dengan kedalaman ilmu manajemen dan apabila telah lulus siap mendedikasikan keilmuannya untuk industri setempat sehingga terwujud adanya link and match antara dunia industri dan pendidikan,” tuturnya.

Dengan latar belakangnya sebagai pengusaha bersama Arlindo Group dan pernah menjadi guru, Endang mengatakan usaha yang dilakukannya bersama STIE Arlindo ini menjadi bentuk nyata dalam memberi kontribusinya untuk mencerdaskan anak bangsa. Ia bertekad untuk merealisasikan impiannya dengan mendirikan institusi pendidikan perguruan tinggi yang bergerak di bidang manajemen.

“Tentu ini bukanlah proses yang mudah dalam mendirikannya.Ada banyak proses dan tantangan yang membentuk saya sehingga saya berhasil mendirikan institusi ini. Harapan kami lembaga pendidikan ini bisa siap mencetak para ekonom dan pengusaha yang dibutuhkan bangsa saat ini,“ ujarnya.

Saat ini STIE Arlindo memiliki satu Program Studi Tunggal yakni Manajemen yang terdiri dari Konsentrasi yaitu, Management of Financial and Financial Inclusion, Management of Marketing and Digital, Management of Human Resource and Time Project, dan Management of Operation and Sustainable.

Dalam kesempatan ini Endang juga optimis pada tahun 2024 STIE Arlindo sudah bisa menjadi universitas. Apalagi pada tahun 2024 akan ada penggabungan atau merger dengan perguruan tinggi swasta lainnya sebagai prasyarat untuk menjadi ini universitas. Saat ini STIE sedang mengembangkan program studi yakni kedokteran.

“Insya Allah paling tidak tahun 2025, STIE Arlindo sudah menjadi univesitas. Semoga Universitas Arlindo menjadi universitas yang maju tidak hanya lokal tapi juga internasional,”
tandasnya./Ib

By Editor1