ACEH, AKURATNEWS.co – Saat berkampanye di Bumi Serambi Mekkah, Aceh, Sabtu (27/1), capres nomor urut satu, Anies Baswedan meyakini bahwa Aceh selalu konsisten di pihak perubahan.

“Perlu saya sampaikan, masyarakat Aceh konsisten di pihak perubahan, di 2019 memilih perubahan, 2019 solid milih perubahan. Karena itu saya yakin, 2024 juga akan memilih perubahan. Memang namanya bisa berbeda, tapi orang Aceh tidak berbeda dan saya yakin dengan pilihan masyarakat Aceh yang cerdas dan tidak bisa untuk dikelabui,” ujar Anies.

Ia pun bersyukur acara bersama rakyat Aceh berlangsung dengan sangat baik.

“Antusiasme yang tinggi, padahal kalau lihat jam ini tepat pukul 12.00 siang. Dengan sinar matahari yang terik, tidak membuat massa meninggalkan lokasi, bahkan menunjukkan antusiasme. Ini menunjukkan, menandakan bahwa masyarakat Aceh menyambut pesan-pesan perubahan,” kata Anies.

Ia menyampaikan,  rakyat Indonesia hari ini merasakan beban biaya hidup yang tinggi, lapangan kerja yang sulit.

“Khusus di Aceh, tempat dengan kekayaan alam yang luar biasa, dengan dana otonomi khusus (otsus) yang besar, tetapi justru provinsinya termasuk provinsi dengan angka kemiskinan yang tinggi di Pulau Sumatera,” kata dia.

“Kami berencana mengoreksi itu semua. Kebutuhan pokok yang terjangkau, lalu investasi meningkatkan yang berorientasi pada padat karya, bukan investasi yang padat modal saja, sehingga lebih banyak lapangan pekerjaan tersedia,” tegas Anies.

Di kesempatan ini, Anies juga menanggapi kontroversi statemen Presiden Jokowi bahwa presiden boleh berkampanye dan salam dua jari dari dalam mobil kepresidenan.

“Kita ingin mengembalikan marwah, kepemimpinan nasional sebagai negarawan yang mengayomi semua, merangkul semua, sehingga kepala negara menjadi satu proses dari seluruh kenegaraan yang menunjukkan sikap kenegarawanan. Kita gagas perubahan salah satunya itu,” kata Anies.

Jadi kalau sekarang ada kontroversi soal kenegarawanan, kata Anies, ini salah satu efek kalau kita tidak menempatkan sebagai posisi negarawan.

“Tetapi sebagai salah satu pendukung, akhirnya muncul suasana negeri ini yang kurang elok. Semua akan dikembalikan ke rakyat untuk dilakukan penilaian. Apakah situasi seperti ini mau diteruskan atau perlu perubahan. Menurut kami perlu perubahan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan agenda yang paling utama dan terutama adalah mengembalikan marwah kehidupan bernegara, sehingga kepemimpinan nasional dihormati, karena menjangkau semua, mengayomi semua.

Soal permintaan dirinya agar Tim Hukum Nasional (THN) AMIN mencabut laporan di Bawaslu, Anies menjawab ingin berkonsentrasi di pemenangan Pilpres 2024.

“Kita mau berkonsentrasi di urusan pemenangan,” pungkas Anies. (NVR)

By Editor1