KATHMANDU, AKURATNEWS.co – Tak dipungkiri, Sebagai puncak tertinggi di dunia Gunung Everest punya daya tarik tersendiri bagi pendaki yang ingin menantang dirinya buat menaklukkan puncak setinggi 8.848 mdpl itu.

Ketinggian seekstrem itu membuat pendakian Gunung Everest penuh risiko sehingga sering memakan korban, seperti yang dialami empat pendaki yang dilaporkan tewas saat mendaki Gunung Everest, beberapa waktu lalu.

Pendaki asal Kenya Joshua Cheruiyot Kirui (40) dan pemandunya dari Nepal, Nawang Sherpa (44) kehilangan kontak pada Rabu (22/5) pagi. Tim pencari langsung dikerahkan ke gunung setinggi 8.849 meter itu.

“Tim telah menemukan pendaki Kenya tewas di antara puncak dan Hillary Step, namun pemandunya masih hilang,” kata Khim Lal Gautam, kepala kantor lapangan departemen pariwisata di base camp, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (25/5).

Pendaki Nepal lainnya, Binod Babu Bastakoti (37) ditemukan meninggal pada ketinggian sekitar 8.200 meter.

Tim masih mencari seorang pendaki asal Inggris berusia 40 tahun dan pemandunya asal Nepal yang hilang pada Selasa (21/5) pagi setelah tumpukan salju runtuh saat mereka turun dari puncak Everest.

Seorang pendaki Rumania tewas di tendanya pada hari Senin (20/5) lalu saat berupaya mendaki Gunung Lhotse, gunung tertinggi keempat di dunia.

Everest dan Lhotse berbagi rute yang sama hingga menyimpang sekitar 7.200 meter.

Dua pendaki Mongolia hilang bulan ini setelah mencapai puncak Everest dan kemudian ditemukan tewas.

Dua pendaki lagi, satu orang Prancis dan satu orang Nepal, tewas musim ini di Makalu, puncak tertinggi kelima di dunia.

Suhu di Gunung Everest bisa mencapai minus 0 derajat Celsius dengan kadar oksigen yang rendah. Belum lagi jalur pendakian yang diselimuti es membuat pendaki harus punya alat-alat khusus untuk melewati trek tersebut.

Selain itu, ancaman longsor dan badai salju juga bisa datang kapan aja. Buat pendaki yang nggak bisa bertahan, bukan nggak mungkin Gunung Everest bakal jadi kuburannya./Ib Foto: Istimewa.

By Editor1