JAKARTA, AKURATNEWS,co – Mereka-reka dan menebak susunan kabinet Prabowo-Gibran menjadi sesuatu yang mebarik untuk diperbinvangkan. Beredar kabar bahwa dalam kabinet Prabowo-Gibran bakal ada penambahan kementrian menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan di masyarakat.
Akan tetapi seberapa urgent kementerian baru itu dimunculkan menjadi sangat penting untuk dicermati. Mengingat kementerian baru tentu akan menambah codt atau pembiayaan yang menyedot uang negara.
Meskipun itu menjadi hak prerogatif presidenm namun tentu masyarakat tidak ingin munculnya kementerian baru tersebut hanya untuk mewadahi kepentingan jatah bagi-nagi kue. Tetapi harus benar benar sesuai dengan kepentingan besar bangsa ini.
Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas ) Indonesia Maju Dr. Anggawira, dan Deputi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Ekonomi Hendy Sutiono pun turut bersuara tentang hal ini.
” Penyusunan kabinet tentu merupakan hak prerogatif presiden ya, kami dari Repnas yang menjadi salah satu ormas pendukung pasaangan Prabowo-Gibran tentu berharap jika harus ada kementerian baru tentu harus yang sesuai dengan kebutuhan dalam membangun dan memajukan Indonesia kedepan. Saya yakin pak Prabow  akan menyusun kabinet kerjanya berdasarkan pertimbangan yang sangat matang, profesional, ” kata Anggawirya, saat berbincang dengan media di Kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (30/05/24).
Tak hanya urusan susunan menteri, Anggawira juga yakin bahwa dalam menentukan pejabat di jajaran Kementrian, seperti Kedirjenan, hingga penunjukan Duta Besar untuk negara sahabat, Prabowo-Gibran akan memilih sosok pas dan tepat.
” Tidak hanya urusan susunan kabinet saja, tetapi dalam memilih orang-orang yang duduk di jajaran dibawahnya juga Prabowo-Gibran akan memilih dan menempatkan orang yang sesuai dan pas dengan latar belakang kemampuan masing masing personal di bidangnya, atau istilahnya  the right man in the right place,” tambah Anggawira.
Sudah menjadi rahasia umum, jabatan menteri adalah jabatan politis. maka yak heran jika masing-masing partai yang berkoalisi tentu akan menyodorkan sejumlah nama untuk menduduki kursi kementerian tersebut. Namun Ketua Umum Repnas tersebut berharap agar nama-nama yang disodorkan oleh partai koalisi adalah orang-orang yang tepat dan sesuai dengan bidangnya.
” Tentu kami berharap agar partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia maju (KIM) menyodorkan nama-nama yang kompeten dibidangnya. Bahkan setahu saya pak Prabowo juga meminta agar partai pengusuungnya mengajukan lenih dari satu nama untuk duduk dalam satu kementerian. Dengan demikian pak Prabowo akan lebih leluasa untuk memilih siapa orang yang tepat duduk disitu,” lanjut Anggawira lagi.
Posiitioning Repnas
Sebagai salah satu ormas yang mendukung pasangan Orabowo-Gibran menang satu putaran, Repnas tentu memiliki nilai yang strategis. Sebab tanpa bermaksud mengecilkan ormas yang lain, Repnas ini diisi orang-orang rofesional dibidangnya masing-masing. Jadi jika pak Prabowo meminta wakil dari Repnas untuk duduk di posisi manapun tentu kami siap.
“Repnas ini isinya para pengusaha semua ya, mereka memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing, saya misalnya, sejak dulu spesial di bidang energi, terus mas Hendy yang seorang enterpreneur, jadi kita paling siap jika pak Prabowo meminta untuk membantu beliau di berbagai posisi. Apalagi pak Prabowo sudah  mentargetkan pertumbuhan ekonomi kedepan diangak 8%, jadi yang membantu beliau harus benar-benar orang yang profesional dibidangnya. Mengingat target tersebut bukanlah hal yang mustahil,” lanjut Anggawira.
Dalam kesempatan yang sama, Hendy Sutiono menambahkan, sudah saatnya anak muda mengambil peran sentral dalam pemerintahan baru mendatang. Syaratnya adalah generasi muda harus memiliki kemampuan yang layak dan bisa dipertanggungjawabkan., sehingga pantas dipertimbangkan untuk posisi apapun.
” Repnas ini diisi anak muda yang ahli dibidangnya masing-masing, jadi tentu sangat siap jika diminta untuk duduk diposisi manapun, termasuk posisi diplomat. Kedepan perdagangan kita harus digenjot agar pencapaian pertumbuhan ekonomi 8% seperti yang ditargetkan pak Prabowo bisa tercapai. Sekarang kita galakkan hilirisasi, tetapi kita boleh terpaku pada hilirisasi saja, tetapi kedepan harus masuk kedalam industrialisasi. Rumusan kerja kami di Repnas adalah kerja keras harus lebih dari 101 persen,” kata Hendy Sutiono.
Keterlibatan tidak hanaya terbatas pada soal susunan kabinet dan jajarannya saja, tetapi bagaimana harus membantu memenangkan calon-calon yang mendapat restu dari pak Parbowo dan Partainya.
 “Dua hari lalu kami bertemu Emil Dardak, dan ketemu kesepahaman jika Repnas akan turut mendukung pasangan Kofifah-Emil Dardak (di Pilkada Jatim). Ini membuktikan bahwa perjuangan Repnas tidak selesai bahkan di saat Pemilu presiden purna,” lanjutnya.
Meskipun Repnas pendukung Prabowo-Gibran, namun Anggawirya mengaku bukan berarti tanpa kritik. Repnas tetap akan kritis dan mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran jika melenceng dari tujuan awal.
“Dukungan kami terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tentu bukan dukungan tanpa arah ya, kita tetap akan mengkritisi pak Prabowo dan Mas Gibran jika ada hal-hal yang kami anggap kurang pas dalam menjalankan pemerintahan selama 5 tahun kedepan,” tutup Anggawirya./Ib
