JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sebuah entitas karya anak bangsa yang lahir dari kecintaan mendalam terhadap Indonesia, Rumah Indonesia mengumumkan peluncuran platform terbaru mereka, Ramah Indonesia pada Selasa (20/8).

Ajang ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan empat tahun Rumah Indonesia yang telah berdedikasi dalam memajukan bangsa melalui lima serambi utama yakni Serambi Ekonomi Kreatif, Serambi Pendidikan, Serambi Kesehatan, Serambi Teknologi, dan Serambi Sosial Budaya.

Platform Ramah Indonesia dirancang sebagai solusi terintegrasi yang menghubungkan berbagai sektor penting dalam satu ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif  dengan menyediakan ruang kolaboratif bagi pelaku UMKM, pendidik, profesional kesehatan, teknolog, dan pegiat sosial budaya untuk berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bersama.

“Peluncuran platform Ramah Indonesia merupakan langkah strategis dalam pengembangan ekosistem Rumah Indonesia. Platform ini tidak hanya menjadi wadah kolaborasi, tetapi juga terus dikembangkan sesuai dengan roadmap yang telah disusun, demi mengoptimalkan manfaat bagi seluruh elemen bangsa,” ujar  Advisor IT Rumah Indonesia, Tommy.

Selama empat tahun terakhir, Rumah Indonesia telah terlibat aktif dalam berbagai inisiatif nasional. Di tengah pandemi Covid-19, Rumah Indonesia berperan dalam pembangunan laboratorium dan fasilitas kesehatan yang membantu penanganan krisis kesehatan. Selain itu, peluncuran House of Indonesia di Dubai menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan budaya dan potensi ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Ditambahkan CEO Rumah Indonesia, Refki Riyantori, komitmen perusahaan untuk menjadi lokomotif dalam membangun ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan teknologi.

“Melalui Ramah Indonesia, kami akan terus mendorong kolaborasi dan inovasi yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan, sekaligus membawa potensi terbaik Indonesia ke panggung dunia,” ujar Refki.

Peluncuran platform Ramah Indonesia ini juga diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan pada ekonomi kreatif di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar 7,4 persen, dengan nilai sebesar Rp1.300 triliun. Hadirnya Ramah Indonesia juga diharapkan memicu peningkatan kontribusi sektor ini melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih efektif dan inklusif.

Selain itu, sektor UMKM yang menjadi salah satu fokus utama platform ini juga memiliki potensi besar. Saat ini, UMKM menyumbang sekitar 60,3 persen dari total PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Dengan adanya Ramah Indonesia, diharapkan akan terbuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat dan lebih luas, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital.

Keberhasilan platform ini nantinya akan sangat bergantung pada seberapa efektif Rumah Indonesia dapat mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu ekosistem yang harmonis. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memastikan setiap elemen dalam ekosistem ini dapat berkolaborasi secara produktif, mengingat perbedaan kepentingan dan kebutuhan yang mungkin muncul.

Namun, dengan komitmen yang kuat dan pengalaman selama empat tahun terakhir, Rumah Indonesia optimistis bahwa Ramah Indonesia akan menjadi katalisator penting dalam pembangunan ekonomi kreatif dan inklusif di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

Peluncuran platform Ramah Indonesia ini menunjukkan langkah nyata dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa. Platform ini tidak hanya sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai sektor penting dalam masyarakat, sehingga tercipta ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. (NVR)

By Editor1