JAKARTA, AKURATNEWS.co – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadapi gelombang kritik dan kekecewaan dari para pendukungnya. Hal ini terungkap lewat sejumlah cuitan di media sosial. Para netizen menyebut, setelah keputusan partai tersebut tak mendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 mereka sangat kecewa.
Sejumlah tagar seperti #PKSTinggalkanAnies dan #BoikotPKS telah menjadi trending topic di platform X. Banyak dari mereka merasa bahwa PKS telah mengkhianati prinsip dan harapan yang selama ini dipegang pendukung Anies.
Kalimat ‘Bye PKS’ pun menjadi frase kunci yang paling trending di X sejak Minggu (11/8). Banyak akun yang mengunggah kalimat tersebut untuk mengekspresikan kekecewaan kepada PKS. Belum lagi tagar #SayNoToPKS dan #BetrayedByPKS yang juga menjadi trending.
Seperti akun @achza81 yang menuliskan status ‘Bye PKS’ dan kemudian menautkan akun lain yang menuliskan status Refly Harun: Hak PKS Untuk Tinggalkan Anies, Dan Hak Kita Sebagai Pemilih Tinggalkan PKS bersama potongan video podcast Refly Harun yang membahas isu tersebut.
Lalu akun @RakyatMenyuarakan menulis, “PKS telah kehilangan arah. Mengapa mereka tidak mendukung Anies? Ini bukan partai yang saya kenal lagi. Saatnya kita cari alternatif lain yang lebih berkomitmen pada perubahan.”
Ketidakpuasan ini tidak hanya terbatas pada kekecewaan secara pribadi, tetapi juga mulai memunculkan ancaman nyata bagi dukungan politik PKS. Beberapa komunitas dan kelompok pendukung Anies secara terbuka menyatakan akan meninggalkan PKS dan mencari partai lain yang lebih sejalan dengan aspirasi mereka.
Keputusan PKS untuk tidak mendukung Anies Baswedan dianggap sebagai langkah politik yang signifikan dan memiliki dampak luas terhadap peta politik Indonesia. PKS, yang selama ini dikenal sebagai salah satu partai pendukung utama Anies, kini berada dalam posisi sulit untuk mempertahankan basis pendukungnya.
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga survei Litbang Kompas pada awal Agustus 2024, 25 persen pemilih PKS mengidentifikasi Anies Baswedan sebagai salah satu alasan utama mereka mendukung PKS. Dengan keputusan ini, ada kekhawatiran bahwa PKS akan kehilangan sebagian besar pemilih loyalnya, yang bisa berdampak pada hasil pemilu legislatif mendatang.
Sedangkan survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Nusantara mencatat, 35 persen dari responden yang sebelumnya menyatakan akan memilih PKS, kini mempertimbangkan beralih ke partai lain yang dianggap lebih konsisten dengan nilai-nilai reformasi dan perubahan. (NVR)
