JAKARTA. AKURATNEWS.co – Jakarta Film Week 2024 kembali hadir di tahun keempatnya dengan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Mengusung tema Resonance yang menggambarkan bagaimana perkembangan sinema memiliki kekuatan untuk menciptakan dampak yang luas.
“Sejak 2021, Jakarta Film Week terus berkembang. Jumlah film yang diterima dari tahun ke tahun meningkat, dan antusiasme dari pemangku kepentingan di industri film juga terus bertambah. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri perfilman di Indonesia. Di dalam negeri, 2022 dan 2023, lebih dari selusin film Indonesia berhasil menembus lebih dari satu juta penonton setiap tahun yang memicu perluasan layar bioskop dan peningkatan investasi. Di kancah internasional, film-film Indonesia mendapat pendanaan dan tampil di festival bergengsi, menunjukkan bagaimana ekosistem film terus terhubung dan berkembang,” kata Rina Damayanti, Festival Director Jakarta Film Week saat jumpa pers di CGV FX Sudirman (25/9).
Festival ini secara resmi diumumkan akan berlangsung pada 23-27 Oktober 2024 di CGV Grand Indonesia, Taman Ismail Marzuki, dan Mercure Jakarta Cikini.
Sejak pertama kali diadakan pada 2021, Jakarta Film Week terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah film yang disubmit meningkat setiap tahunnya, mencerminkan semakin besarnya antusiasme para sineas dari seluruh dunia. Tahun ini, tercatat ada 1132 film dari 85 negara, yang diseleksi menjadi 140 film dari 50 negara. Hal ini menunjukkan betapa besarnya minat dan harapan terhadap festival ini, yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia dan global.
Dari film-film yang telah terseleksi dapat ditonton secara offline di CGV Grand Indonesia dan Taman Ismail Marzuki. Namun sejumlah film yang tayang di Jakarta Film Week juga bisa dinikmati secara online melalui Vidio.
“Kami sangat bangga bisa menghadirkan film-film yang menjadi kebanggaan kami. Di tahun 2024 ini, Jakarta Film Week semakin berwarna dengan kehadiran film-film dari 50 negara. Program-program yang kami tawarkan pun, kami makin beragam dan semoga bisa memperkuat industri film tanah air,” ujar Novi Hanabi, Program Manager Jakarta Film Week 2024.
“Tidak ada target jumlah pengunjung untuk festival ini, karena semakin banyak penonton yang hadir itu makin baik. Kami juga akan menayangkan beberapa film lawas yang temanya dijamin masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini,” tambah Novi.
Pada kesempatan ini, Jakarta Film Week juga mengumumkan film pembuka yaitu Sampai Jumpa, Selamat Tinggal yang disutradarai oleh Adriyanto Dewo, produksi Adhya Pictures dan Relate Films. Film penutup festival tahun ini berasal dari Vietnam Don’t Cry, Butterfly, sutradara Duong Dieu Linh. Film Don’t Cry, Butterfly berhasil memenangkan dua penghargaan di Festival Film Venice 2024, setelah tayang perdana di ajang bergengsi Venice Critics Week. Film ini memperoleh penghargaan utama sebagai film terbaik dan penghargaan untuk film paling inovatif.
Adriyanto Dewo, sebagai sutradara Sampai Jumpa, Selamat Tinggal turut hadir dan memberikan komentarnya, “Semoga film fresh from the oven ini bisa diterima teman-teman di Jakarta Film Week,” ungkapnya tanpa membocorkan sedikit pun tentang film ini. Pasalnya, penayangan film ini di Jakarta Film Week 2024 juga akan menjadi momen world premiere untuk Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.
Dengan semangat Resonance, Jakarta Film Week 2024 hadir sebagai ruang bagi para sineas untuk berbagi cerita, ide, dan budaya, serta menciptakan kolaborasi dan inovasi yang akan menggema di masa depan. Jakarta Film Week 2024 terbuka untuk semua kalangan, baik profesional film maupun masyarakat umum yang ingin menikmati rangkaian program dan film dari seluruh dunia.
Pemesanan tiket untuk festival film ini tersedia di TIX.ID dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi jakartafilmweek serta media sosial di Instagram @jakartafilmweek./Din
