PANGKALPINANG, AKURATNEWS.co – Dalam kunjungan kerjanya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyoroti tiga sektor utama yang menjadi potensi unggulan desa-desa di Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel). Tiga sektor potensi ini adalah pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

Sektor-sektor ini, menurut Riza, perlu dikelola secara terukur dan terintegrasi melalui komunikasi lintas sektoral untuk mendorong kemajuan desa.

Hal ini disampaikan Ahmad Riza saat membuka kegiatan Pengembangan Desa Wisata dan Pendataan Indeks Desa Dalam Perencanaan Pembangunan Desa untuk Kemajuan Desa Tahun 2024 di Aula Graha Tama Wiyata, Kantor BKPSDMD Kep. Babel, Rabu (11/12).

“Kami hadir untuk memastikan bahwa peta indeks desa digunakan sebagai pedoman perencanaan pembangunan desa dan evaluasi program. Kami juga ingin memastikan bahwa dana desa dimanfaatkan sesuai aturan, terutama Permendes yang ada,” kata Riza.

Dia menambahkan bahwa pengelolaan potensi desa ini sejalan dengan program nasional Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan 12 rencana aksi pemerintah pusat untuk membangun desa sebagai garda terdepan pembangunan Indonesia.

Sinergi Pemerintah Desa dan Daerah
Penjabat (Pj) Gubernur Kep. Babel, Sugito juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengembangan desa berbasis indeks desa. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dalam melahirkan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Peran APDESI harus dioptimalkan untuk menjadi pustaka ide dan inovasi. Desa-desa harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat melalui kolaborasi dan harmonisasi kebijakan,” ujar Sugito.

Sugito juga menekankan bahwa percepatan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada dana desa tetapi juga pada inisiatif dan inovasi yang diciptakan oleh aparat desa.

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pembangunan Desa yang bertujuan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Menurut Riza, sektor pariwisata di Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan desa, terutama dengan keberadaan pantai-pantai eksotis dan warisan budaya lokal.

Selain itu, sektor pertanian juga menjadi tumpuan bagi banyak desa di wilayah ini, sementara ekonomi kreatif memberikan peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan desa.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan data indeks desa dalam merancang kebijakan dan program pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa, serta pemanfaatan potensi lokal yang optimal, diharapkan desa-desa di Kepulauan Bangka Belitung dapat menjadi model pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif. (NVR)

By Editor1