JAMBI, AKURATNEWS.co – PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem penyimpanan energi baterai microgrid dalam kontainer (Containerized Battery Energy Storage System/CBESS) terbesar di Indonesia.
Fasilitas yang berlokasi di Jambi ini diresmikan Senin (18/2) dengan kapasitas terpasang mencapai 643,8 kWp dan sistem penyimpanan baterai sebesar 1 MWh yang dikemas dalam kontainer berukuran 20 kaki. Peresmian ini menandai langkah strategis ABMM dan CK dalam mendukung transisi energi nasional serta meningkatkan efisiensi operasional di sektor pertambangan.
Direktur Utama CK, Meidi Wibowo, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan serta penerapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kami merasa terhormat dapat meluncurkan proyek ini, yang tidak hanya mendukung operasional kami tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ini adalah langkah nyata kami dalam berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan efisiensi energi,” ujar Meidi.
PLTS CBESS ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 849.000 kWh energi bersih per tahun. Dengan pengoperasian sistem tersebut, emisi karbon dapat dikurangi hingga 660 ton per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 10.900 pohon. Sistem penyimpanan energi berbasis baterai memungkinkan energi yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan digunakan pada malam hari atau saat suplai listrik utama terganggu.
Selain untuk mendukung kegiatan operasional CK yang beroperasi di wilayah terpencil, keberadaan PLTS CBESS ini juga diharapkan dapat memperluas akses energi bagi masyarakat sekitar. Dengan sistem yang bersifat off-grid dan fleksibel, fasilitas ini mampu dipindahkan sesuai kebutuhan, sehingga memberikan solusi energi yang adaptif di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.
Direktur PT ABM Investama Tbk, Feriwan Sinatra menambahkan, proyek ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan.
“Dukungan kami terhadap inisiatif CK ini menegaskan komitmen ABMM terhadap inovasi dan tanggung jawab lingkungan. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk berinvestasi dalam solusi energi berkelanjutan,” kata Feriwan.
ABM Investama dikenal sebagai perusahaan investasi strategis di sektor energi dan jasa pertambangan yang memiliki beberapa anak usaha, antara lain PT Reswara Minergi Hartama, PT Cipta Kridatama (CK), PT Cipta Krida Bahari (CKB), PT Sanggar Sarana Baja (SSB), PT Anzara Janitra Nusantara (AJN), dan PT Prima Wiguna Parama (PWP).
Langkah CK dalam mengadopsi PLTS CBESS ini dinilai selaras dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Pemerintah terus mendorong sektor industri, khususnya pertambangan, untuk beralih ke energi hijau guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi gas rumah kaca.
Dalam laporan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi bauran energi baru terbarukan (EBT) Indonesia pada 2024 baru mencapai 15,6 persen. Oleh karena itu, partisipasi perusahaan seperti ABMM melalui penerapan PLTS CBESS menjadi contoh konkret bagi pelaku industri lainnya dalam mendukung pencapaian target energi bersih nasional.
Dengan investasi ini, ABMM memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi energi terbarukan di sektor jasa pertambangan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa penerapan teknologi hijau dapat berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan. (NVR)
