JAKARTA, AKURATNEWS.co – Penyanyi asal Malaysia, Syazwan Suhaimi mencoba melebarkan sayapnya ke Indonesia dengan karya terbarunya.

Kini ia memilih membawakan lagu “Puaskah” milik band Wali dalam proyek terbarunya.

Ia sengaja memilih lagu yang tidak terlalu terkenal di Malaysia agar tidak dibanding-bandingkan lantaran nama Wali sangat terkenal di Malaysia dan Indonesia.

“Liriknya sih sangat mendalam, melodinya cocok dengan saya, dan saya ingin mengenalkan lagu ini lebih luas lagi,” ucap Syazwan di sela santunan bagi anak yatim di Yayasan Miftahul Huda, Jakarta, Rabu (26/3).

Syazwan mengaku masih ingin terus mengeksplorasi musik Indonesia. Ia bahkan memiliki impian untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia.

“Impian saya sebenarnya bisa duet dengan Raisa, tapi saya terbuka untuk siapa saja. Kolaborasi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ucapnya.

Bicara soal kemeriahan Ramadhan, Syazwan menyebut jika bukan kali pertama ia menjalani Ramadan di Indonesia.

Sebelumnya, ia pernah menghabiskan waktu berpuasa di Bandung dan Jakarta. Dan di tahun ini, ia berkesempatan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Yayasan Miftahul Hudani.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berdoa bersama mereka, semoga semua urusan kita dipermudah,” katanya.

Syazwan juga menyoroti perbedaan budaya puasa dan Lebaran antara Indonesia dan Malaysia. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah tradisi ngabuburit.

“Kalau di Malaysia, tidak ada istilah ngabuburit. Di sini, ngabuburit itu benar-benar budaya khas, orang keluar mencari takjil dan menunggu waktu berbuka bersama,” tuturnya.

Makanan berbuka pun menjadi perhatian Syazwan. Ia menilai di Indonesia ada keunikan tersendiri dalam menu wajib berbuka.

“Kalau di sini, wajib gorengan dan lontong. Kalau di Malaysia, takjil biasanya hanya membeli dua macam makanan, kemudian langsung berbuka.”

Saat Lebaran, ia juga merasakan perbedaan tradisi.

“Di Malaysia, perayaan Lebaran bisa sampai satu bulan, ada tradisi open house yang sangat meriah. Awal bulan Syawal, keluarga-keluarga mengadakan open house untuk berbagi kebahagiaan. Di Indonesia juga ada, tapi lebih terasa budaya mudiknya,” ungkapnya. (NVR)

By editor2