BOGOR, AKURATNEWS.co – Lokapurna merupakan sebuah kawasan yang muncul dan berkembang dari sejarah para Veteran TNI tahun 1967 sebagai daerah pertanian dan peternakan berdasarkan SK Mentri Kehutanan 268 th 1987.
Keindahan alam dengan morfologi perbukitan dan pegunungan dari Gunung Salak yg berada di sebelah barat daya, lambat-laun menarik perhatian masyarakat sekitar untuk menikmati keindahannya.
Perpaduan antara Perkebunan dan Wisata terjalin secara bersama dan membangun ekonomi bagi warga Lokapurna dan bahkan masyarakat sepanjang jalur Ciampea-Cikampak-Cibatok- Lokapurna selama hampir 59 Tahun.
Infrastruktur terbangun secara organik dari masyarakat lokal sebagai penunjang sarana dan prasarana.
Perputaran dan pertumbuhan ekonomi terus berjalan membangun sebuah pusat ekonomi lokal di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.
Masyarakat tumbuh dan berkembang dalam putaran ekonomi wisata yg berkelanjutan.
Lokapurna bukan lagi sebuah desa yg terpencil, tetapi telah menjadi Desa Wisata Mandiri yang maju.
Masyarakat lokal mampu menghasilkan putra-putrinya menjadi sarjana dan bekerja di berbagai tempat.
Kesejahteraan masyarakat meningkat melalui pergerakan ekosistim ekonomi wisata, mulai dari usaha makanan-minuman, jasa, penginapan dan lainnya.
Kesejahteraan dan kemajuan Lokapurna dari belantara di Tahun 1967, dan peranan para Veteran membangun perkebunan dan wisata menjadi bukti bagaimana menjaga kekayaan alam yang ada secara berkelanjutan bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat secara nyata dan mandiri.
Lokapurna dapat dijadikan model bagaimana membangun kekayaan alam secara berkelanjutan dalam membangun ekonomi lokal sekaligus memajukan peradaban masyarakat lokal menjadi warga Indonesia yang maju dan sejahtera.

Kehijauan dan kelestarian tetap terjaga sebagai modal bagi wisata yang menarik untuk dikembangkan.
Saat ini, Lokapurna sudah berbenah menjadi alternatif jalur wisata Jabodetabek, yang selama puluhan tahun terpusat di Puncak-Ciawi.
Ini sangat membantu mengurangi kemacetan di jalur Puncak, dan memberikan fungsi layanan kesehatan masyarakat melalui rekreasi sebagai kebutuhan primer.
Demikian seyogyanya Lokapurna dapat menjadi Kawasan Wisata Baru yang dapat memberikan masukan kepada masyarakat setempat, Pemda setempat, baik secara lsg maunpun tidak langsung, baik secara ekonomi, politik dan sosial.
Melihat fakta yang ada, dengan berbagai kekurangan secara perijinan dan tata aturan, saatnya pemerintah daerah memfasilitasi agar Lokapurna mendapatkan legitimasi secara tata peraturan.
Ini adalah hal yang wajar bahwa proses wisata mendahului tata aturan, karena modal dasar yg dimiliki Lokapurna secara kompetatif adalah kekayaan pemandangan alam yang terekpose secara perlahan atas inisiatif warga.
Pemerintah harus mengakui kemajuan dan peranan Lokapurna bagi kemajuan daerah dan nasional, dan bahkan dapat menjadikannya contoh dalam mengkelola kekayaan alam yg menjadi kekayaan nasional dan kekayaan warga masyarakat.

Satu lagi putra daerah asli Gunung Salak Endah bernama Amo dengan sahaja dan bijaksana belum lama ini membuka dan membenahi kembali Curug Khayangan pada Lebaran hari pertama.
Suasana sejuk nan asri menyelimuti Curug Khayangan.
Ya seorang Amo mengelola lebih dari 5 rumah peristirahatan di kawasan Gunung Salak Endah, juga Curug Puspa yang sedang dia garap untuk menambah khazanah kawasan bawah kaki gunung salak ini yang tak jauh dari permandian air panas.
Dengan Ikon Memory dan Family Villa memanjakan tamu yang akan beristirahat di kawasan Gunung Salak Endah dan tentunya memberi manfaat ekonomi bagi warga masyarakat sekitar.
“Betul, kawasan curug Kahyangan ini kita buka kembali sejak lebaran kemarin. Untuk biaya sat ini saya donaturnua, ” kata Amo, saat ditemui di Curug Kahyangan, Pamijahan, Bogor, Senin (7/4/25).
Lebih lanjut Amo menambahkan bahwa dibukanya Curug Kahyangan ini tidak untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memberdayakan masyarakat disekitarnya.
“Walapun saya yang membiayai, tetapi saya tidak serakah, saya hanya mengutip 10 persen saja dari total penjualan tiket, sisanya untuk lingkungan,” lanjut Amo.
Amo berharap dengan dibukanya Curug Kahyanhan ini bisa menghidupkan UMKM di sekitar.
“Yang tak kalah penting,,saya ingin agar usaha masyarakat sekitar seperti warung-warung bisa hidup dan berpengjasilan dengan bai, ” tutup Ami. /Ib.
