JAKARTA, AKURATNEWS.co – Hubungan Rusia dan Ukraina memulai babak baru. Delegasi Rusia tiba di Turki untuk mengikuti perundingan langsung dengan Ukraina, dengan Presiden Vladimir Putin tidak termasuk dalam delegasi kendati kehadirannya dinantikan.
Seorang sumber mengatakan kepada TASS, delegasi Rusia telah tiba di Istanbul untuk mengikuti perundingan yang digelar mulai Kamis (15/05).
“Delegasi telah tiba di Istanbul,” kata sumber tersebut, melansir TASS 15 Mei.
Delegasi tersebut dipimpin oleh ajudan presiden Rusia Vladimir Medinsky. Delegasi tersebut juga mencakup Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Galuzin, kepala Direktorat Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Igor Kostyukov, dan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin.
Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin pada Hari Rabu malam mengumumkan susunan delegasi Rusia untuk perundingan dengan Ukraina, dengan namanya tidak ada dalam daftar, dikutip dari Reuters.
Spekulasi mengenai kehadiran Presiden Putin telah menyelimuti pertemuan tersebut sejak, ia mengusulkannya sendiri minggu lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ia akan menghadiri pembicaraan tersebut jika Presiden Putin hadir.
Perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Putin di situs web Kremlin mengatakan, delegasi tersebut mencakup dua pejabat yang mengambil bagian dalam rangkaian pembicaraan terakhir yang diadakan antara kedua belah pihak pada minggu-minggu pertama setelah invasi Rusia tahun 2022 ke Ukraina.
Mereka termasuk penasihat presiden Vladimir Medinsky dan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin.
Igor Kostyukov, direktur Direktorat Intelijen Utama GRU, Badan Intelijen Militer Asing Rusia, juga disebutkan sebagai bagian dari delegasi tersebut. Kostyukov diidentifikasi dalam pengumuman Kremlin sebagai Kepala Direktorat Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia.
Selain itu, ada pula Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Galuzin juga ditunjuk sebagai bagian dari delegasi tersebut.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina pernah melakukan perundingan langsung pada masa awal konflik tahun 2022 lalu. Pertemuan digelar di Belarus dan kemudian Rusia, namun belum ada kesepakatan yang disepakati ketika itu./Ib.
