JAKARTA, AKURATNEWS.co – Emiten sektor peternakan, PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2024.

Dalam rapat yang digelar di Jakarta, manajemen menyampaikan strategi kunci untuk tahun berjalan, termasuk rencana ekspansi pasar ke wilayah baru di Indonesia Timur, diversifikasi produk, serta efisiensi internal sebagai langkah menjaga daya saing di tengah tekanan ekonomi nasional.

Komisaris Utama DEWI, Ferry Saputra menyampaikan, perusahaan berkomitmen tetap menjaga kinerja keuangan yang sehat, meskipun tantangan ekonomi masih membayangi, seperti melemahnya daya beli masyarakat dan belum sepenuhnya pulihnya konsumsi rumah tangga pasca pandemi dan tekanan inflasi.

“Target utama kami adalah mempertahankan margin laba di atas enam persen sambil terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Ferry.

RUPS kali ini juga membahas proses transisi di jajaran dewan komisaris. Manajemen menyampaikan bahwa proses pergantian akan dilakukan secara bertahap dan profesional demi memastikan kelangsungan visi dan misi perusahaan tetap berjalan selaras.

“Kami memastikan transisi kepemimpinan di dewan komisaris berjalan lancar dan tetap mendukung arah strategis perusahaan,” ujar Ferry lagi.

Dalam laporan keuangannya, DEWI mencatat adanya penurunan pendapatan pada tahun buku 2024, yang mencerminkan tantangan nyata di pasar domestik, khususnya akibat pelemahan daya beli. Namun demikian, perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan margin laba, sebuah sinyal positif yang menunjukkan keberhasilan efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

“Meski pendapatan turun, margin laba berhasil meningkat. Kami melihat ini sebagai tanda bahwa pasar memahami strategi jangka panjang DEWI untuk tetap kompetitif,” pungkas Ferry.

Ke depan, DEWI akan memprioritaskan ekspansi pasar, terutama ke kawasan Indonesia Timur. Manajemen menyebut potensi pertumbuhan di kawasan tersebut meningkat, seiring peningkatan kebutuhan protein hewani dan pertumbuhan populasi.

“Kami sedang mempersiapkan langkah ekspansi ke wilayah timur Indonesia, karena kami melihat kebutuhan protein ayam di sana meningkat cukup signifikan,” ujar Direktur Utama DEWI, Aditya Fajar Junus.

Selain ekspansi geografis, DEWI juga menyiapkan rencana diversifikasi produk. Meskipun belum diumumkan secara rinci, perusahaan menyebut sejumlah produk baru sedang dikaji, terutama yang berbasis olahan ayam dan produk siap saji dengan nilai tambah.

Manajemen juga mengakui bahwa pergeseran waktu Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini berdampak pada pola konsumsi ayam yang biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran. Namun dengan Lebaran yang jatuh lebih awal, dampaknya belum dapat dihitung secara akurat.

“Biasanya penjualan ayam meningkat menjelang Lebaran. Tapi dengan jadwal Lebaran yang lebih awal tahun ini, data permintaan belum bisa dikalkulasi secara final,” jelas Aditya.

Menanggapi tantangan ekonomi nasional dan maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah sektor, manajemen DEWI berharap pemerintah lebih aktif mendorong program-program pemulihan daya beli masyarakat. Program bantuan pangan bergizi dan penguatan jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan disebut sebagai langkah positif yang perlu diperluas.

“Kami berharap pemerintah terus memperluas program yang berdampak langsung pada daya beli, karena konsumsi protein hewani seperti ayam sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam membeli,” ujar Aditya

Menanggapi kemungkinan keikutsertaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok ayam potong, DEWI menyatakan hingga kini belum terlibat secara langsung sebagai pemasok. Namun, pihaknya membuka peluang kerja sama di masa depan jika skema kerja sama pemerintah dan swasta makin terbuka. (NVR)

By editor2