JAKARTA, AKURATNEWS.co – Prison Of Blues kembali menunjukkan eksistensinya di jagad musik Indonessia dengan merilis album ke-4 ‘Born to Kill’ yang bermaterikan 15 lagu, dalam format digital, CD, dan vinyl.
Ada sosok menarik dibalik kiprah band psychobilly asal Temanggung yang sukses beberapa kali menggelar puluhan tur di Eropa yaitu gitaris Bayu Randu.
Pria kelahiran temanggung ini berbagi pengalamannya saat puluhan kali menggelar tur di Eropa bersama bandnya Prise of The Blues, terutama soal bagaimana tata kelola royalti menyangkut pertunjukan musik.
Dalam sesi temu wartawan tersebut Bayu mengaku terkesan dengan cara mengelola royalti pertunjukan di Eropa. Ia menyebut bahwa di Eropa sudah sistematik, jadi nggak perlu rinut-ribut.
” Waktu kami tur di Eropa semua sudah pakai sistem, penyelenggara acara sudah menyodorkan form, jadi kita tinggal isi song list, jumlah lagunya berapa?, judul lagunya apa?, dan siapa penciptanya. Nanti pihak penyelenggara atau promotor yang akan bayar royaltinya, jadi bukan kita sebagai band pengisi acara, sesimpel itu di sana. Tapi kalau kita tiba-tiba nyanyiin lagu orang diluar song list yang sudah diajukan nah kita bisa kena itu,” kata Bayu di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu sore (25/6)
Ketika ditanya awak media tentang sikapnya sial tata kelola royalty live event di Indonesia, Bayu Randu menambahkan, ” Saya pribadi sih berada di tengah ya, saya tidak masuk dalam kubu-kubuan, saya serahkan ke sistem dan undang-undang yang berlaku, jadi kalau memang LMK atau LMKN yang mengelola ya kita serahkan mereka,” lanjut bayu.
Eet Sjahranie dan Ari Padi mengamini apa yang diucapkan oleh bayu Randu, mereka lebih memilih menyerahkan ke sistem dan undang-undang yang berlaku saat ini.
” Kalau saya sih sama ya dengan Bayu, kita serahkan ke sistem daripada ijin satu-satu terlalu repot , kalu aku sih gitu ya.” kata Eet Sjahranie, Gitaris sekaligus founder Edane.
Senada dengan Eet dan Bayu, Ari Padi juga mengatakan hal sama.” Prinsipnya sih harus dibenahi ya, di kami sendiri ada 2 kubu ya, Piyu Ketua Umum AKSI dan satu lagi Visi, tapi kami di padi menunggu keputusan pemerintah seperti apa. Tapi saya setuju sekali dengan sistem di eropa yang diucapkan Bayu tadi ya, bisa dijadikan contoh dan diterapkan di sini,” kata Ari.
Baik Bayu, Eet Sjahranie maupun Ari Padi intinya sepakat tata kelola royalti ini dikelola secaralebih baik, adil dan transparan berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini.
Diketahui, sosok bayu Randu selain gitaris dan pencipta beberapa lagu di album barunya ini, Bayu Randu juga merupakan produser sekaligus distributor melalui MusicBlast Miliknya.
Lewat sentuhan tangan dinginnya banyak band-band yang sudah ia produseri, termasuk band Edane dalam single kolaborasi dengan Bagus NTRL yang berjudul ‘Si Bangsat (Suka Lo). Hal itu dibenarkan oleh sang gitaris Edane Eet Sjahranie.
” Ya Bayu Randu ini sosok yang multi talenta, dia gitarisjuga, sound engineer juga, komposer juga. Dia banyak membantu kami di Edane, dari mulai sound engineer sanpai terakhir memproduseri Edana kolaborasi dengan bagus NTRL di single Si Bangsat,” kata Eet Sjahranie./Ib. Foto: Istimewa.
