PYONGYANG, AKURATNEWS.co –Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninggalkan Pyongyang pada Senin sore dengan kereta api lapis baja khusus miliknya.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, Kim direncanakan untuk memenuhi undangan parade militer di Beijing, memperingati “Hari Kemenangan” dalam Perang Dunia II yang menandai menyerahnya Jepang pada 3 September.

“Kim meninggalkan Pyongyang dengan kereta api sore ini dan saat ini sedang dalam perjalanan,” kata sumber tersebut, melansir The Korea Times 1 September.

Kereta yang membawa Pemimpin Kim diperkirakan akan melintasi perbatasan Korea Utara-Tiongkok pada malam hari dan tiba di Beijing keesokan harinya. Perjalanan dari Pyongyang ke Beijing dengan kereta api biasanya memakan waktu 20 hingga 24 jam.

Pemimpin Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berada di antara para pemimpin negara dari 26 negara asing yang menghadiri parade militer di Beijing pada Hari Rabu.

Ini akan menjadi pertama kalinya bagi Kim, yang berkuasa pada akhir 2011, menghadiri acara diplomatik multilateral. Kakeknya sekaligus pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, menghadiri parade militer di Beijing pada tahun 1959.

Kehadiran Pemimpin Kim di parade militer tersebut kemungkinan akan menjadi panggung bagi pertemuan tiga pihak pertama dengan Presiden Putin dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Dalam parade mendatang, Pemimpin Kim akan duduk di sebelah kiri Presiden Xi, sementara Presiden Putin akan duduk di sebelah kanan Presiden Xi, menurut laporan Rusia, mengutip seorang pejabat Kremlin.

Ketiga pemimpin juga dapat mengadakan pertemuan puncak trilateral di sela-sela pertemuan tersebut, yang jika diselenggarakan, akan menandai pertemuan pertama para pemimpin ketiga negara yang memiliki hubungan dekat sejak Perang Dingin, sejak berakhirnya perang tersebut.

Keputusan Kim untuk menghadiri parade militer menunjukkan Ia bertujuan untuk memulihkan hubungan yang secara tradisional kuat dengan Tiongkok, yang telah tegang akibat keselarasan Pyongyang baru-baru ini dengan Moskow.

Para ahli menilai, Korea Utara tampaknya telah memilih perjalanan Pemimpin Kim ke Tiongkok untuk mengantisipasi berakhirnya perang Rusia-Ukraina, yang dapat mengalihkan fokus Moskow ke arah barat, menjauh dari Pyongyang.

Beberapa pihak juga berpendapat, Pemimpin Kim mungkin memilih untuk menghadiri parade militer tersebut untuk memanfaatkan hubungan Korea Utara yang lebih dekat dengan Tiongkok guna memperkuat posisi tawarnya menjelang kemungkinan dimulainya kembali negosiasi dengan Amerika Serikat./Ib. Foto: Dok. KACNA.

By Editor1