JAKARTA, AKURATNEWS.co – Militer Indonesia kini semakin digdaya, tak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga di dunia.
Hal ini cukup beralasan, sebab militer Indonisia terus menambah alutsista moderen dari berbagai negara. Alutsista terbaru yang bakal memerkuat misi tempur TNI adalah Rudal balistik KHAN ITBM-600 yang dibeli dari Turki.
Pengiriman pertama Rudal KHAN ITBM-600 yang kini sudah mulai berdatangan, merupakan rudal balistik pertama yang dimiliki Indonesia, yang akan ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong), Kalimantan Timur.
Rudal ini memiliki berat 2.500 kilogram, dengan diameter 610 milimeter, berhulu ledak fragmen hingga 470 kilogram.
Brjarak tempuh 200-280 Km, KHAN dirancang untuk menargetkan infrastruktur strategis seperti pusat komando, fasilitas logistik, radar, atau bunker.
Sistem KHAN merupakan versi ekspor dari rudal Bora, dan merupakan hasil kontrak Indonesia-Turki yang ditandatangani pada Indo Defence Expo 2022. Rudal balistik ini diproduksi oleh Roketsan, perusahaan pertahanan asal Turki.
Rudal sendiri merupakan perangkat militer yang dirancang untuk menghancurkan target dengan cara menerbangkan peledak, bahan kimia, atau hulu ledak nuklir ke sasaran.
Rudal balistik merupakan rudal yang didorong tenaga roket dan bergerak melalui atmosfer dan ruang angkasa sebelum akhirnya jatuh ke sasaran, dan memiliki lintasan yang lebih tinggi dan umumnya tidak dapat diubah setelah diluncurkan.
Rudal KHAN ini menggunakan kendaraan Tatra 8×8 mendorong mobilitas tinggi dan kemampuan “shoot-and-scoot” untuk serangan presisi dalam jarak hingga 280 kilometer.
Sistem navigasinya didukung GPS, GLONASS, dan navigasi inersia yang memastikan akurasi di bawah 10 meter CEP bahkan di wilayah padat gangguan sinyal.
Indonesia kini menjadi negara ASEAN pertama dengan kapabilitas “second-strike” – respons taktis yang bisa dilakukan secara cepat dan presisi tanpa bergantung pada kekuatan laut atau udara
Roketsan mengklaim rudal ini tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan memiliki fleksibilitas operasional tinggi.
Letak Tenggarong, menjadikan penempatan rudal ini sebagai langkah strategis. Jarak antara markas Yonarmed 18 dengan wilayah Malaysia Timur seperti Tawau, Sabah, hanya berjarak 300-350 kilometer.
Dengan jangkauan rudal KHAN mencapai 280 kilometer, posisi ini memberi sinyal kemampuan pencegahan regional terhadap potensi ancaman lintas batas.
Menurut Defence Security Asia, kehadiran KHAN menandai perubahan paradigma pertahanan Indonesia dari orientasi postur tradisional menuju strategi ofensif yang lebih maju./Ib.
