JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah sorotan nasional pada upacara megah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, PLN kembali membuktikan reputasinya sebagai tulang punggung energi negeri.
Melalui pengamanan sistem kelistrikan berlapis, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya sukses menghadirkan pasokan listrik tanpa kedip, memastikan seluruh rangkaian acara kenegaraan berjalan khidmat dan lancar tanpa gangguan sedikit pun.
Dalam momen penting yang dihadiri ribuan personel TNI, tamu undangan, serta pejabat tinggi negara, PLN mengerahkan sistem kelistrikan berlapis enam subsistem dengan kapasitas total 7.400 MW dan beban puncak 5.793 MW, menghasilkan surplus daya sebesar 46,92 persen.
Pasokan listrik untuk kawasan Monas disokong oleh empat gardu induk utama, yaitu Gambir Lama, Kebon Sirih, Mangga Besar, dan Budi Kemulian, yang seluruhnya beroperasi optimal untuk menjaga stabilitas daya di jantung ibu kota.
“Terima kasih kepada PLN atas dukungan penuh dan kesiapan yang luar biasa. Keandalan listrik dari PLN menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian acara HUT TNI berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, Kepala Pusat Penerangan TNI, Senin (7/10).
Di lapangan, PLN menerjunkan 115 petugas siaga yang disebar di berbagai titik strategis di sekitar Monas. Setiap petugas bekerja dalam koordinasi ketat untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan utama maupun cadangan.
Selain itu, PLN menyiapkan armada 5 Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan total daya 3.520 kVA, serta 4 unit Uninterruptable Power Supply (UPS) dengan total daya 1.100 kVA untuk menjaga kestabilan daya di area inti acara, termasuk panggung kehormatan dan tribun tamu negara.
“PLN menyiapkan pasokan listrik berlapis untuk menjamin seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Dengan dukungan sistem kelistrikan yang kokoh, peralatan cadangan yang siaga, serta petugas di lapangan, kami memastikan upacara berlangsung khidmat dan tanpa kedip,” ungkap Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN UID Jakarta Raya.
Sebelum hari pelaksanaan, PLN melakukan uji sistem dan load balancing di seluruh gardu serta titik suplai utama untuk memastikan setiap perangkat dalam kondisi prima.
Pengamanan kelistrikan dilakukan mulai dari jaringan utama hingga panggung kehormatan dengan sistem pengawasan berlapis dan koordinasi antartim teknik di lapangan.
Andy menegaskan bahwa seluruh personel PLN menjalankan siaga penuh 24 jam, dengan penerapan protokol keamanan kelistrikan berstandar tinggi.
“Keberhasilan menjaga listrik tanpa kedip di acara sebesar ini adalah hasil dari kolaborasi dan profesionalisme seluruh insan PLN. Ini bukan sekadar tugas teknis, tapi bentuk nyata pengabdian kami untuk negara,” ujarnya.
Bagi PLN, keberhasilan menjaga pasokan listrik dalam momen bersejarah seperti HUT ke-80 TNI bukan hanya pencapaian teknis, tetapi juga cerminan komitmen korporasi terhadap pelayanan publik nasional.
“Setiap upacara kenegaraan adalah momen penting bagi bangsa. PLN selalu berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkualitas bagi seluruh kegiatan nasional, terutama yang dihadiri Presiden Republik Indonesia,” tambah Andy Adcha.
Dengan pengamanan berlapis dan kesiapan penuh dari seluruh unit, PLN berhasil memastikan energi Indonesia tetap menyala tanpa gangguan di momen bersejarah bagi TNI dan bangsa ini. (NVR)
