JAKARTA, AKURATNEWS.co – Setelah dikenal sebagai aktris dan pengusaha skincare, Bella Sofie kembali membuat gebrakan baru.
Bersama sang suami, Daniel Rigan, ia resmi terjun ke dunia bisnis fesyen fungsional dengan bersama merek pakaian dalam asal China, Tulandut, yang disebut sebagai produsen pakaian dalam berteknologi kesehatan pertama di Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmi punya bisnis Tulandut. Ini bukan daleman biasa, tapi pakaian dalam berteknologi tinggi yang membantu perempuan menjaga kesehatan dan bisa jadi peluang penghasilan,” ujar Bella di peluncuran Tulandut di Jakarta, Minggu (19/10).
Tulandut sendiri mengusung konsep smart underwear atau pakaian dalam dengan material anti bakteri yang diklaim mampu menjaga area sensitif tetap bersih, nyaman, dan bebas bau tak sedap.
Produk ini disebut dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi perempuan sekaligus memberikan kenyamanan maksimal dalam aktivitas sehari-hari.
Bella mengaku awalnya hanya mencoba produk tersebut sebagai pengguna biasa.
“Awalnya cuma pakai buat pribadi karena dikasih teman dari China. Pas saya coba, ternyata enak banget, nyaman, adem, dan bikin percaya diri. Suami saya juga pakai dan dia suka banget, katanya beda dari daleman biasa,” ungkapnya.
Sebelum menekuni bisnis pakaian dalam, Bella dan suaminya sudah lebih dulu dikenal lewat bisnis skincare Biosfer.
Namun mereka merasa perlu langkah baru yang menghadirkan nilai lebih dan manfaat sosial.
“Kalau skincare fokusnya di kecantikan luar, sekarang kami ingin bantu perempuan juga dari dalam. Pakaian dalam ini punya teknologi kesehatan yang jarang ada di Indonesia,” ujar Bella.
Kerja sama antara Tulandut dan tim Bella juga membawa visi sosial: membuka peluang usaha bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Mereka bisa bergabung sebagai mitra penjual dengan sistem yang diklaim adil dan transparan.
“Kami ingin bantu ibu-ibu yang ingin mandiri. Banyak yang dulunya enggak punya penghasilan, sekarang bisa jualan daleman dan bantu ekonomi keluarga,” tambahnya.
Salah satu hal yang menarik dari bisnis Tulandut adalah potensi keuntungannya. Dengan modal terjangkau, mitra penjual bisa memperoleh penghasilan signifikan setiap bulan.
“Kalau dijalankan serius, satu orang bisa punya omset sampai ratusan juta per tahun. Bahkan bisa miliaran kalau jaringannya berkembang,” ungkap suami Bella, Daniel Rigan.
Mereka juga menegaskan sistem bisnis ini bukan MLM (Multi Level Marketing), meski menggunakan skema berjejaring.
“Kita batasi maksimal 20 mitra per orang supaya tetap sehat dan bisa dikontrol. Tujuan kami bukan rekrutmen besar-besaran, tapi menciptakan jejaring yang produktif,” jelasnya.
Untuk memperkuat sistem dan pemasaran di Indonesia, Tulandut juga menggandeng sejumlah tokoh ternama di dunia digital, termasuk mantan eksekutif TikTok dan CEO Biosfer.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong produk pakaian dalam berteknologi tersebut menembus pasar nasional dengan lebih cepat.
“Kami sudah siapkan strategi digital marketing, promosi lewat media sosial, dan kolaborasi influencer. Pasarnya sangat besar, karena semua orang butuh pakaian dalam, tapi belum banyak yang tahu soal teknologi kesehatannya,” ujar Daniel.
Tak berhenti di sana, Bella dan sang suami juga mengumumkan berdirinya yayasan sosial Tulandut Indonesia, yang akan menyalurkan 1 persen dari setiap penjualan untuk kegiatan pemberdayaan perempuan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu ibu tunggal, perempuan korban PHK, dan pelaku UMKM yang ingin mandiri.
“Bisnis ini bukan cuma soal uang, tapi soal memberi arti. Kami ingin perempuan punya arah, punya tujuan, dan merasa berharga lagi lewat kesempatan usaha seperti ini,” kata Bella.
Dengan menggabungkan unsur fashion, teknologi, dan pemberdayaan sosial, Bella Sofie dan suami menjadikan Tulandut lebih dari sekadar bisnis pakaian dalam.
Di tengah tren smart fashion global, langkah mereka menjadi contoh bagaimana inovasi bisa membuka peluang baru bagi masyarakat.
“Dari pakaian dalam, bisa lahir masa depan yang lebih baik,” pungkas Bella. (RNZ)
