JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sorak sorai kemenangan di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah terasa masih terdengar oleh kontingen DKI Jakarta.
Ya.. tampil luar biasa, kontingen DKI Jakarta menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara Umum di ajang paling bergengsi bagi para pendekar dan petarung tanah air itu.
Dari 138 atlet yang turun di 10 cabang olahraga bela diri, mulai dari Judo, Kempo, Karate, Wushu, Taekwondo, Sambo, Pencak Silat, Ju-Jitsu, Gulat hingga Tarung Derajat, kontingen DKI Jakarta berhasil memborong 99 medali yakni 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu.
“Terima kasih karena telah berjuang mengharumkan nama Jakarta dalam PON Bela Diri ini sehingga mampu menjadi juara umum di tingkat nasional. Ini berkat kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh tim,” ujar Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Dr. Hidayat Humaid, M.Pd, di Jakarta, Kamis (30/10).
Keberhasilan Jakarta di Kudus bukan datang begitu saja. Sejak awal 2025, para atlet bela diri telah menjalani pelatihan terpadu dan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di bawah bimbingan pelatih berpengalaman.
Disiplin, semangat juang tinggi, dan dukungan penuh dari pengurus cabang olahraga menjadi kunci kesuksesan mereka.
Hidayat menyebut, pencapaian ini bukan hanya soal angka medali, melainkan simbol soliditas dan daya juang atlet Jakarta.
“Prestasi ini menjadi motivasi kuat untuk menorehkan hasil lebih baik di PON ke-22 di NTB dan NTT tahun 2028 mendatang,” ujarnya.
Meski tampil dominan, Hidayat tak menutup mata terhadap tantangan yang masih ada.
Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama pada cabang-cabang yang belum menunjukkan performa maksimal.
“Semua hasil ini akan kami jadikan bahan evaluasi. Kekurangan yang ada harus kita tingkatkan karena persaingan di PON mendatang akan lebih ketat. Provinsi lain pasti sudah bersiap dari sekarang,” katanya.
Ia pun optimistis, dengan program pembinaan yang lebih intensif, atlet DKI Jakarta bisa mencapai ‘golden age’ saat PON 2028 berlangsung.
Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andri Yansyah, serta DPRD DKI Jakarta atas dukungan penuh terhadap program pembinaan atlet.
“Dukungan pemerintah daerah menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi. Kami akan siapkan secara matang cabang-cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali, sekaligus melakukan pembenahan pada yang masih kurang,” tandasnya.
Dengan tiga tahun menuju PON 2028, KONI DKI Jakarta telah menyiapkan program pembinaan bertahap, mulai dari pelatihan fisik, peningkatan mental juara, hingga partisipasi dalam turnamen internasional.
“Ini baru langkah awal. Target kita bukan hanya mempertahankan gelar juara umum di PON Bela Diri, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai barometer prestasi olahraga nasional, bahkan menuju level Asia,” tutup Hidayat. (NVR)
