JIMBARAN, AKURATNEWS.co – Di antara gemerlap lampu ballroom Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, pada Kamis (27/11) malam, mata dr. Ayu Widyaningrum, pendiri sekaligus pemilik Widya Aesthetic Clinic tampak berkaca-kaca.
Di tangan kanan panitia, sebuah trofi elegan bertuliskan Asia Most Admirable Young Leaders diserahkan kepadanya—sebuah penghargaan tingkat Asia Pasifik yang tak pernah ia bayangkan diraihnya.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards (ACES) 2025, ajang prestisius yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia.
Pada gelarannya yang ke-12, ACES Awards tetap mempertahankan reputasinya sebagai standar emas bagi kepemimpinan dan praktik bisnis berkelanjutan di kawasan.
ACES bukan sekadar penghargaan, ia adalah proses panjang yang melibatkan riset independen, verifikasi rekam jejak, presentasi, hingga sesi wawancara daring dengan para juri internasional. Tahun ini, pemenang berasal dari 12 negara: Indonesia, Filipina, Malaysia, UEA, Thailand, hingga Tiongkok.
Di tengah ratusan kandidat dari berbagai sektor, dr. Ayu mengaku tak pernah membayangkan kliniknya yang relatif kecil bisa berdiri sejajar dengan nama-nama raksasa seperti Unilever dan Aksa.
“Proses seleksi ACES itu panjang dan sangat ketat. Sampai detik ini pun seperti mimpi bahwa kami lolos,” ucap dr Ayu dengan nada haru.
Lalu apa yang membuat Widya Aesthetic Clinic mencuri perhatian juri Jawabannya terletak pada fokus dan inovasi.
Klinik ini dikenal dalam layanan regeneratif sel, teknologi medis yang aman bagi pasien diabetes, autoimun, kanker pasca kemoterapi, hingga stroke.
Teknologi yang digunakan memang berbasis mesin dari Korea, tetapi penelitian dasarnya berakar pada metode yang dikembangkan di Harvard University.
Pendekatan ini dianggap unik, relevan, dan berdampak nyata, nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam ACES Awards.
Kategori Asia Most Admirable Young Leaders yang diraih dr. Ayu ini merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di ACES Awards.
Penghargaan ini diberikan kepada pemimpin muda yang dinilai memiliki visi kuat, integritas, serta kontribusi signifikan terhadap perubahan positif di masyarakat.
Dalam sambutannya, dr. Ayu menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya miliknya, melainkan hasil perjalanan panjang seluruh tim yang memperjuangkan profesionalisme dan ilmu pengetahuan di bidang estetik dan regeneratif.
“Selama proses seleksi, kami diminta menjelaskan bagaimana Widya Aesthetic Clinic bisa membawa dampak bagi Indonesia. Banyak hal luar biasa yang terjadi, dan penghargaan ini memotivasi saya untuk terus menghadirkan inovasi berdasarkan keilmuan. Saya berharap bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Dengan diraihnya penghargaan ini, dr. Ayu kini bergabung dalam jajaran pemimpin Asia Pasifik yang berkomitmen pada transformasi positif melalui kepemimpinan etis dan strategi bisnis berkelanjutan.
ACES 2025 kembali membuktikan bahwa pemimpin muda Indonesia mampu bersaing di panggung global, bahkan ketika datang dari bisnis yang tidak sebesar para konglomerasi.
Bagi dr. Ayu, malam itu bukan sekadar kemenangan pribadi tapi juga bukti bahwa konsistensi, inovasi berbasis ilmu, dan keberanian untuk berbeda dapat membuka jalan hingga ke panggung internasional sekaligus sebuah harapan baru: bahwa seorang pemimpin muda Indonesia bisa menembus batas, bahkan dari sebuah klinik di Banjarmasin. (NVR)
