JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ramadhan selalu datang membawa suasana berbeda di Jakarta.

Namun bagi BAZNAS BAZIS Jakarta, bulan suci tahun ini bukan hanya tentang ritme ibadah yang meningkat, melainkan tentang lompatan besar dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat.

Jelang Ramadhan 2026 ini, Di Kantor BAZNAS BAZIS Jakarta resmi memasang target menghimpun Rp190 miliar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Angka ini melonjak tajam dibanding capaian Ramadhan sebelumnya yang berada di kisaran Rp86,9 miliar.

Ketua BAZNAS BAZIS Jakarta, Akhmad H. Abubakar menyebut, target itu sebagai refleksi optimisme sekaligus tanggung jawab sosial yang lebih besar.

“Ramadan adalah momentum kolektif. Kami mengusung tema ‘Dari Jakarta untuk Indonesia’. Artinya, zakat tidak berhenti di angka, tapi bergerak menjadi kekuatan sosial,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2).

Kenaikan target lebih dari dua kali lipat menandakan pergeseran orientasi, dari sekadar penghimpun dana menjadi penggerak ekosistem solidaritas.

Partisipasi masyarakat yang meningkat, termasuk dari kalangan ASN dan komunitas perkotaan, menjadi modal utama.

BAZNAS BAZIS Jakarta memandang ibukota sebagai laboratorium pengelolaan zakat modern. Di kota dengan tingkat ketimpangan sosial yang masih terasa, zakat diposisikan sebagai instrumen intervensi yang cepat, fleksibel, dan tepat sasaran.

“Target ini realistis jika seluruh elemen bergerak bersama,” kata Akhmad.

Untuk menopang target Rp190 miliar, Baznas Bazis DKI menyiapkan 15 program Ramadan yang dibagi dalam tiga klaster besar: tata kelola zakat, penguatan internal Jakarta, dan solidaritas nasional.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah “Sahur Tetangga Sendiri”. Konsepnya sederhana namun kuat: mendorong warga berbagi langsung di lingkungan terdekat.

Program ini tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga membangun kembali relasi sosial antarwarga di tengah kehidupan kota yang serba cepat.

Ada pula Bedah Rumah Tahfiz Al-Qur’an untuk penghafal minimal 10 juz dari keluarga prasejahtera. Sepuluh rumah akan direnovasi setelah melalui asesmen ketat, baik dari sisi ekonomi maupun capaian hafalan.

Di sektor mobilitas sosial, program Balik Rantau Santri memfasilitasi kepulangan santri asal Jakarta yang belajar di luar daerah agar dapat kembali ke pesantren pasca-Lebaran.

Sementara di titik-titik arus mudik seperti Terminal Pulo Gebang, Stasiun Pasar Senen dan Terminal Kampung Rambutan, BAZNAS BAZIS Jakarta menargetkan 15.000 penerima manfaat melalui posko layanan.

Program mudik gratis untuk penyandang disabilitas juga disiapkan, mempertegas perhatian pada kelompok rentan.

Distribusi zakat fitrah pun diproyeksikan menjangkau 100.000 penerima manfaat, ditambah gerakan bersih 100 masjid serta Klinik Ngaji yang memperkuat dimensi spiritual masyarakat.

Ramadan tahun ini juga menjadi panggung transformasi digital melalui peluncuran BAZNAS BAZIS Apps. Aplikasi tersebut mempermudah masyarakat membayar zakat sekaligus memantau penyaluran dana secara real time.

Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan, Muhammad Bahaudin menegaskan,  BAZNAS BAZIS Jakarta kini bergerak melampaui citra konvensional.

“Kami bukan lagi sekadar kotak amal. Kami adalah mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penjaga stabilitas sosial perkotaan,” ujarnya.

Dalam klaster tata kelola, Baznas Bazis DKI juga akan menerbitkan surat keputusan kolektif bagi masjid, musala, sekolah, dan kampus yang menjadi amil, guna memastikan legalitas dan akuntabilitas penghimpunan zakat.

Jakarta sebagai Episentrum Solidaritas
Dengan strategi yang terstruktur dan digitalisasi yang diperkuat,

BAZNAS BAZIS Jakarta menempatkan Ramadhan 2026 sebagai momentum konsolidasi besar. Target Rp190 miliar bukan sekadar soal nominal, melainkan tentang seberapa luas dampak sosial yang bisa dijangkau.

Di tengah tekanan ekonomi perkotaan dan dinamika sosial yang kompleks, zakat diproyeksikan menjadi bantalan sosial sekaligus jembatan pemberdayaan.

Jika target tercapai, Jakarta tak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga pusat solidaritas umat, sebuah pesan yang ingin ditegaskan BAZNAS BAZIS Jakarta dari ibukota, keberkahan bisa mengalir untuk Indonesia. (NVR)

By editor2