JAKARTA, AKURATNEWS.co – Brand motor terkenl Royal Enfield terus mengikuti kemajuan zaman dibidang industri motor global.
Kini Royal Enfield menguji coba motar listrik pertamanya Flying Flea (FF C6) di Chennai tanpa balutan kamuflase, menghadirkan gambaran paling jelas sejauh ini soal wujud EV pertama merek tersebut untuk pasar India.
Jika sebelumnya unit uji selalu tertutup rapat, kemunculan kali ini menandakan tahap persiapan peluncuran sudah berada di fase lanjut. FF C6 sendiri pertama kali dipamerkan di ajang EICMA tahun lalu dan diproyeksikan meluncur pada kuartal pertama 2026.
Sejumlah prototipe memang telah diuji di berbagai wilayah India, namun ini menjadi momen perdana motor tersebut tampil polos di lalu lintas umum. Foto mata-mata ini dibagikan oleh penggemar otomotif Revanth, yang dilansir Rushlane, Jumat, 20 Februari.
Tampilan tanpa kamuflase mengonfirmasi bahwa versi produksi tetap setia pada desain konsep. Garis rancangannya kuat mengadopsi inspirasi Flying Flea era Perang Dunia II, menegaskan konsistensi Royal Enfield dalam mengusung DNA heritage di tengah transisi elektrifikasi.
Dari foto yang beredar, terlihat sejumlah ciri khas seperti lampu depan bundar, garpu depan tipe girder, panel bodi minimalis, pelek alloy berukuran besar, rangka terbuka yang menonjol, serta sistem penggerak sabuk di sisi kanan.
Area baterai mempertahankan detail bergaris yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada versi konsep, sementara siluet keseluruhan tampak ramping dan bersih dengan nuansa cruiser klasik. Menariknya, unit uji terbaru juga tampak dibekali standar utama yang sebelumnya tidak terlihat jelas.
Kehadiran fitur ini memberi nilai praktis bagi penggunaan harian, terutama untuk parkir dan perawatan, detail kecil namun relevan bagi konsumen India. Posisi berkendara terlihat tegak dan santai, sesuai karakter cruiser, dengan jok belakang berukuran ringkas yang kemungkinan tetap bisa dilepas seperti pada purwarupa sebelumnya.
Soal performa, Royal Enfield belum membuka data resmi. Namun FF C6 diperkirakan menyuguhkan kemampuan setara motor bensin 250cc hingga 350cc, dengan konfigurasi motor listrik di tengah, penggerak sabuk, rem cakram di kedua roda, serta potensi ABS dual-channel.
Paket baterainya diperkirakan berkisar 4–5 kWh dengan jarak tempuh realistis 100–150 km. Laporan sebelumnya juga menyebut kemungkinan penggunaan baterai lithium besi fosfat (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama, dipadukan teknologi seperti casing baterai magnesium untuk menekan bobot, manajemen termal aktif, pemantauan suhu tingkat sel, serta proteksi berperingkat IP67.
Dari sisi fitur, FF C6 diyakini mengusung panel instrumen digital berbentuk lingkaran dengan konektivitas Bluetooth. Fungsinya diperkirakan mencakup navigasi belok demi belok, notifikasi panggilan dan pesan, kontrol musik, hingga sistem pengapian tanpa kunci.
Dengan pengujian tanpa kamuflase yang kini berlangsung di Chennai dan wujud yang tampak siap produksi, Royal Enfield diyakini tengah menyiapkan pengumuman peluncuran resmi dalam waktu dekat. Meski pabrikan juga terlihat menguji scrambler FF S6 dan konsep listrik HIM-E, Flying Flea disebut-sebut bakal menjadi model listrik pertama yang benar-benar dipasarkan./Ib.
