JAKARTA, AKURATNEWS.co – Industri dirgantara China sedang dalam puncak perkembangan. Terbaru China sedang menyiapkan pesawat baru di segmen pesawat angkut militer menengah. Namanya Shaanxi Y-30, produk Shaanxi Aircraft Industry Corporation (SAIC) yang diklaim mampu melampaui Lockheed Martin C-130J-30 Super Hercules milik Amerika Serikat.

Prototipe Y-30 sukses menjalani terbang perdana pada 16 Desember 2025 dan kini masih dalam tahap pengujian intensif.Posisi Y-30 di Keluarga Angkut PLAAF.

Y-30 diposisikan untuk mengisi celah antara Y-9 dan Y-20,  Y-9 Turboprop berdaya angkut muatan ±25 ton, sementara  Y-30 Turboprop sanggup menerbangkan muatan 30–35 ton.

Spesifikasi Y-30
SAIC belum merilis data resmi lengkap, namun bocoran dan estimasi teknis yang beredar menyebut:Tipe: Pesawat angkut militer medium-heavy, 4 mesin turboprop Mesin: 4 × WJ-10 atau WJ-16 turboprop dengan daya 5.100–6.800 shp per mesin.

Dimensi: Panjang ±40 m, rentang sayap 42 m MTOW, dengan berat kisaran 80–120 ton.  Muatan: 30–35 ton, jauh di atas C-130J-30 yang 20–21 ton.

Meski begitu, kemampuan muatan Y-30 masih di bawah Airbus A400M yang mampu membawa muatan hingga 37 ton dengan  kecepatan maksimum 600–700 km/jam.

Sebagai perbandingan: C-130J-30 memiliki kecepatan hingga 670 km/jam, A400M 880 km/jam.  Jangkauan dengan muatan penuh diperkirakan ≥3.000 km, sedikit di bawah C-130J-30 dan A400M yang mencapai3.300 km/jam.

Avionik.

Y-30dibekali dengan sistem kendali penerbangan dan avionik modern, ditingkatkan dari Y-9. Keunggulan yang Diklaim vs C-130J-30.

Daya angkut:

Y-30 mampu mengangkut beban 30–35 ton.

Hadirnya Y-30 tentu akan mengurangi ketergantungan China pada platform asing untuk misi taktis berat.Meski begitu, analis menekankan Y-30 masih jauh dari tahap produksi. Sementara C-130J-30 dan A400M sudah terbukti di berbagai medan perang, sementara Y-30 baru masuk fase uji dan butuh waktu bertahun-tahun untuk membuktikan keandalan, perawatan, serta dukungan logistiknya.

Status Pengembangan
Model konsep Y-30 dipamerkan di Beijing International Aviation Expo. 16 Desember 2025,  uji coba terbang perdana sukses.Hingga sat ini Y-30 masih uji prototipe, belum ada kontrak produksi serial.

Jika lolos semua pengujian, Y-30 akan menjadi tulang punggung baru PLAAF untuk operasi lintas wilayah, pengiriman logistik, hingga dukungan pasukan payung dengan kapasitas lebih besar dari Y-9./Ib. Foto: Istimewa.

By Editor1