BEKASI, AKURATNEWS.co – Korban jiwa insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang.
Sementara 90 korban luka-luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Data terbaru ini disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Selasa (28/4),
“Tercatat 15 orang meninggal dunia. Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby.
Sebanyak 90 korban luka telah mendapat penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Tabrakan terjadi Senin (27/4) pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. KA Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A relasi Cikarang–Cakung yang sedang berhenti normal di stasiun.
Sebelumnya, pada pukul 20.45 WIB, KA PLB 5181 juga menabrak mobil di perlintasan JPL 85. Insiden tersebut membuat PPKP menginstruksikan KA 4 untuk berhati-hati saat melintas Bekasi.
Untuk mengevakuasi korban, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan personel Basarnas Special Group (BSG) bersama tim Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi untuk mengevakuasi korban yang terhimpit gerbong. Polisi mendirikan posko crisis center di lokasi.
BAZNAS juga turut merespons cepat lewat Tim Rumah Sehat BAZNAS. Pada fase awal, BAZNAS menurunkan satu dokter dan dua armada ambulans ke lokasi. Tim membantu evakuasi dan memberi pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, http://M.Sc. menyatakan pihaknya langsung menurunkan tim sebagai bentuk respons darurat.
“Kami menurunkan tim Rumah Sehat BAZNAS lengkap dengan ambulans untuk membantu evakuasi korban dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Sodik pun menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa.
“Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya.
BAZNAS sendiri akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan penanganan optimal.
Akibat tabrakan, aliran listrik aliran atas (LAA) lintas Cibitung–Bekasi Timur dinonaktifkan sementara. Sejumlah perjalanan KRL dan KA jarak jauh mengalami pembatalan dan keterlambatan.
KAI bersama KNKT masih menginvestigasi penyebab pasti kecelakaan. KAI menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. (NVR)
