JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kasus aliran suap dalam kasus korupsi impor barang  PT Blueray Cargo kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai semakin terang benderang, usai Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Takdir Suhan mengungkap nama-nama penerima suap.
Daftar nama pejabat tersebut merujuk pada kode yang tertera di amplop coklat dari Bos Blueray Cargo John Field dan seorang wanita Sri Pangastuti.
Hal ini pun dikonfirmasi salah satu terdakwa yaitu Kepala Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Orlando Hamonangan saat menjadi saksi. Namun, dia mengklaim tak mengetahui nama pejabat Bea Cukai yang menerima amplop berkode 1-DIR.
“Kami tegaskan yang [nomor] 1 adalah Dirjen Bea Cukai [Djaka Budhi Utama]. Nilainya SG$213.600 [Setara Rp2,9 miliar]. Itu kami yang tegaskan, karena kami yang punya bukti ini,” ujar Takdir dalam sidang,Kamis (21/05/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.
KPK memberi sinyal bahwa suap kepada Djaka berpotensi lebih dari SG$213.600. Hal ini merujuk pada bukti dan kesaksian saksi yang menyebutkan pemberian amplop berlangsung sebanyak enam kali mulai dari Juli 2025 hingga Januari 2026.
Dalam kasus ini, penyidik menerima bukti total suap yang digelontorkan Blueray Cargo ke Ditjen Bea Cukai mencapai Rp61,3 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Selain itu, beberapa pejabat menerima fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,84 miliar.
Daftar penerima lain yang tertera di amplop coklat adalah Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Rizal yang menerima amplop dengan kode 2-BR. Amplop berkode 3-SS adalah suap untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Sisprian Subiaksono; dan berkode 4-OC untuk Orlando.
Selain itu, amplop berkode FLD adalah suap untuk Kepala Seksi Dukungan Operasional Intelijen Bagian Data Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Valdi; berkode BY untuk Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu; berkode HEN adalah Kepala Seksi Fasilitas Dit Ditjen Bea Cukai Hendi; dan berkode ITL adalah uang kas Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai.
Daftar Suap Blueray Cargo per Transaksi
– Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama sebesar SG$213.600
– Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal setara Rp2 miliar
– Kasubdit Intelijen Sisprian Subiaksono setara Rp1 miliar
– Kasi Intelijen Orlando Hamonangan setara Rp450-600 juta
– Kasi Dukungan Operasional Intelijen Valdi sebesar SG$7.200
– Kasi Intelijen Cukai Budiman Bayu SG$5.400
– Kasi Fasilitas Hendi SG$5.400
– Uang kas Seksi Intelijen SG$5.400
Daftar Tersangka Korupsi
Ditjen Bea Cukai
– Rizal
– Sisprian Subiaksono
– Orlando Hamonangan
– Budiman Bayu Prasojo
Blueray Cargo
– John Field
– Dedy Kurniawan
– Andri./Ib. Foto: Istimewa.
