Trump Saat Menuruni Tangga Pesawat Kepresidenan Hadiah dari Qatar (Foto: Reuter)

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Qatar resmi menghadiahkan pesawat kepresidenan mewah ke Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump memamerkan Boeing 747-8 ex-milik keluarga kerajaan Qatar di Joint Base Andrews, Maryland, Jumat 19 Juni 2026.

Pesawat jumbo itu akan jadi “jembatan” Air Force One sementara sampai Boeing menyelesaikan 2 unit VC-25B baru yang molor sampai 2028.

Trump menyebut jet senilai $400 Juta  itu sebagai  “flying White House” atau Istana Terbang dengan level kemewahan belum pernah ada.

Interiornya masih mempertahankan panel kayu berkualitas tinggi, lampu emas, karpet krem, dan kursi kulit oversize yang bisa rebah total dari era Qatar.

Eksteriornya dicat ulang sesuai selera Trump dengan fuselage putih, perut navy biru tua, garis merah, dan bendera AS di ekor dibuat “berkibar” bukan garis lurus.

“Semua dirancang bagus. Itu selera saya, saya akan katakan,” ujar Trump usai turun dari tangga berkarpet merah.

Pesawat 13 tahun itu dulu Boeing 747-8 BBJ milik kerajaan Qatar, kode P4-HBJ itu akan menjadi Ar Force One sementara.

Setelah dimodifikasi L3Harris Technologies, jet ini lolos uji terbang + pengecatan dan siap “commissioning flights” sebagai ujian akhir sebelum dipakai resmi.

Air Force menyebutnya “VC-25B Bridge”. Fungsinya menggantikan 2 Boeing 747-200 tua tahun 1990 yang sudah dipakai 6 presiden AS. Setelah masa jabatan Trump berakhir 2029, pesawat ini akan dipindah ke yayasan perpustakaan kepresidenannya.

Kontroversi & Pengamanan
Hadiah $400 juta dari negara asing ini langsung jadi sorotan. Kritikus nilai penerimaan gift bisa melanggar aturan ketat soal pemberian untuk presiden AS dan memicu konflik kepentingan.

Senator Demokrat menudingnya pelanggaran Konstitusi “Emoluments Clause”, namun Pentagon bilang semua aturan federal sudah dipenuhi. Tapi modifikasi keamanan tetap masif: sistem komunikasi anti-sadap, pertahanan rudal, dan upgrade khusus kepresidenan.

Estimasi biaya retrofit diatas $1 miliar menurut senator Demokrat. “Keamanan komandan utama prioritas tertinggi,” kata Sekretaris Angkatan Udara Troy Meink.

Trump berencana pakai pesawat baru ini untuk flyover 4 Juli 2026 di Washington DC saat perayaan 250 tahun AS. Ia juga mau bawa jet ke KTT NATO di Turki bulan depan dan APEC di China November.

Qatar awalnya membantah “menghadiahkan” jet, bilang transfer masih dikaji legalnya. Tapi Mei 2025 Pentagon sudah terima resmi “sesuai aturan federal”.

“Kalau nggak mau terima pesawat gratis super mahal, itu bodoh,” kata Trump saat ditanya wartawan.

Pesawat kepresidenan dijadwalkan mulai misi resmi pada musim panas 2026./Ib.

By Editor1