WONOGIRI, AKURATNEWS.co – Kisruh minyak goreng (Migor) Minyakita di paket bantuan pangan di Kabupaten Wonogiri langsung ditangani. Setelah warga komplain, produsen PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) Karanganyar bergerak cepat dengan menarik semua produk yang diduga bermasalah, dan diganti baru.
“Kami langsung bergerak begitu dapat laporan warga. Minyakita sudah ditarik dan diganti produk baru,” tegas pihak PT KMR, Senin (22/6).
PT KMR tak cuma lempar pernyataan. Tim mereka turun langsung ke lapangan. Pengecekan dan penanganan dilakukan bareng Bulog, Pemda Wonogiri, dinas terkait, aparat, sampai pemerintah desa.
Langkahnya tegas, semua produk yang terindikasi bermasalah langsung ditarik dari peredaran. Alasannya satu, keselamatan konsumen.
“Kami tidak ingin ambil risiko terhadap keselamatan konsumen. Karena itu seluruh produk terindikasi bermasalah langsung ditarik sambil menunggu hasil investigasi penyebab keluhan masyarakat,” jelas pihak perusahaan.
PT KMR juga membuka layanan. Warga yang merasa ada keluhan kesehatan setelah makan menggunakan minyak itu, perusahaan siap menanggung biaya medisnya.
“Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan dapat perhatian serius. Perusahaan bakal menanggung layanan medis atas keluhan kesehatan tersebut,” imbuh PT KMR.
Perusahaan pun minta penerima bantuan tak ragu lapor jika menemukan produk tak sesuai standar. Semua laporan dikatakannya bakal langsung ditindak.
Total minyak bantuan pangan yang disebar di Kecamatan Kismantoro sendiri sekitar 18.000 liter atau hampir 20 ton. Angka itu kecil dibanding produksi Minyakita Maret-Juni 2026 yang tembus 3.000 ton.
Tapi PT KMR menyebut, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi internal..
Kuasa hukum PT KMR dari BRHP Lawfirm, Bella Rihandita Adella pun meminta polemik soal ini dihentikan.
“Sudah ditangani dan diselesaikan. Pihak perusahaan sangat bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut,” ujar Bella.
Di sisi kebijakan, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengambil keputusan baru. Ke depannya Minyakita tak lagi masuk program bantuan pangan pemerintah.
“Seluruh pasokan Minyakita akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui distribusi di pasar rakyat,” kata Mendag Budi.
Artinya, bansos pangan bakal diganti produk lain. Minyakita sendiri akan fokus jualan bebas di pasar. (NVR)
