JAKARTA, AKURATNEWS.co – Rumah produksi Base Entertainment kembali meramaikan genre horor Indonesia dengan film terbaru bertajuk ‘Paket Santet’.
Film yang dijadwalkan tayang 27 Agustus 2026 ini mengambil premis yang sangat keinian, santet dikirim lewat kurir.
Berangkat dari kebiasaan kita sehari-hari: nunggu paket, buka COD tanpa cek pengirim, dan dengar teriakan “Paket!” tiap pagi. Yang biasanya bikin senang, di film ini berubah jadi awal dari mimpi buruk.
Produser film ini, Osher menjelaskan, ide film ini lahir dari rasa jenuh dengan formula horor yang itu-itu saja. Ia ingin horor yang familiar, tapi punya unsur baru.
“Kita mau coba memberikan sebuah horor yang tetap familiar sama penonton Indonesia, tapi ada unsur kebaruannya. Bagaimana kalau sebuah kutukan atau santet dikirimkan? Sekarang proses pengiriman itu sudah gampang banget. Kita beli barang online dan itu gampang masuk ke rumah kita tanpa kita tahu apa yang kita bawa masuk,” ujar Osher saat di Jakarta Selatan, Senin (13/7).
“Santet itu harus memiliki sebuah medium. Bagaimana kalau binatangnya lebih unassuming lagi, sesuatu yang kita nggak sangka-sangka, which is lewat sebuah lebah,” tambah Osher.
Sutradara Dinna Jasanti mengaku, ide ini juga dipicu tren “digital dukun” yang lewat di FYP-nya.
“Pas kita pikirin ide juga sempat lewat di FYP aku di sosmed. Cetus idenya: digitally ya, paket-paket itu gampang banget masuk ke rumah. Dan itu jadi satu ide yang muncul,” kenang Dinna.
Baginya, horor di film ini terasa dekat.
“Saat aku terima skrip, kata pertama di halaman pertama itu adalah kurir yang memanggil, ‘Paket!’. Itu suara yang selalu muncul di depan rumah aku setiap pagi. It happens every day,”
Dari sisi sinematografi, ‘Paket Santet’ bermain di dua kutub visual, terang dan steril vs gelap dan organik.
Salah satu adegan ekstrem hadir pada saat penggambaran hadirnya paket berisi kawanan lebah. Lensa sangat dekat sampai bulu lebah dan sengatnya terlihat detail. Efeknya: jijik plus takut.
Satu sengatan saja sakit, apalagi “semuka-muka” seperti yang dialami ibu Yasamin Jasem di kehidupan nyata.
“Horor itu muncul saat paket itu diterima. Kadang kita nggak lihat itu kirimnya dari siapa, terus kita buka saja. Dan saat buka ternyata kutukan itu terjadi,” papar Dinna.
Yasamin Jasem sebagai Bela mengaku syok dengan visual lebah di poster dan trailer.
“Kaget tapi juga expected. Pas lihat lumayan kayak ‘Ih tawon ya’. Satu saja tuh sakit banget,” ucapnya.
Fatih Unru yang berperan sebagai Deva menyebut premis ini “mengerikan”.
“Menerima paket buat Fatih juga sudah hal yang biasa, tapi nggak pernah kepikiran oh iya ternyata santet bisa dipaketin? Dan ketika paket itu sampai, itu kayak sudah selesai. Berarti kan kalian sudah tahu ajal kalian itu kapan,” ujarnya.
Fatih juga menyoroti inti horor film yakni ketakutan lahir dari hal-hal yang sederhana.
“Hal-hal yang kita anggap sepele yang terjadi begitu saja dalam kehidupan kita, ternyata itu bisa membawa kita ke tempat yang mengerikan,” tandasnya.
Film ‘Paket Santet’ ini mencoba menjadi horor yang ‘dekat’. Tidak di rumah angker, tidak di kuburan. Tapi di ruang tamu, di depan pintu, di dalam kotak kardus yang kita buka tiap minggu.
