JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Urgensi Petani Lampung Cakap Digital”. Lampung Bidang Ekonomi. Seminar ini diselenggarakan pada hari Rabu, 12 April 2023 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI serta mengundang Ecep Hasanudin, SP selaku Tokoh Pegiat Tani Lampung serta H. Heni Susilo selaku Anggota DPRD Komisi II Prov.
Baca artikel lainnya: Polda Metro Jaya Libatkan 6.544 Personel dalam Operasi Ketupat Jaya 2023
Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menyiapkan talenta digital sambut bonus demografi pada saat ini.
Sesi pemaparan diawali oleh Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Para petani bisa belajar bagaimana mengelola pertanian bukan saja dari petani di Indonesia bahkan bisa mengakses bagaimana cara orang luar negeri mengelola pertaniannya dengan efektif melalui Youtube, Instagram, Facebook, ataupun Tiktok. Jadi digital sudah menjadi tempat pembelajaranan yang bisa kita manfaatkan secara sehat,” papar Al Muzzamil.
Lebih lanjut beliau menambahkan,”Program ini diadakan untuk memberikan kecerdasan atau melek digital agar masyarakat kita mengetahui internet yang sekarang hanya menggunakan handphone. Selagi ada jaringan di handphone, kita bisa mengakses dimanapun bahkan di kebun, di ladang, di sawah, di pasar, di rumah, dan kita bisa mengakses berbagai Informasi yang positif. Tentu dengan pelatihan ini kita berharap masyarakat bisa memanfaatkan secara positif,” tambahnya.
Baca artikel lainnya: Desy Ratnasari Merasa Makin Tua, Khawatir Tak Lagi Bertemu Ramadan
Pemaparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani. Dalam paparannya Semuel menjelaskan bahwa,
“Kita perlu bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Ngobrol Bareng Legislator merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.” kata Semuel Abrijani.
Pemaparan ketiga disampaikan oleh Ecep Hasanudin, SP. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,
“Pentingnya melek digital bagi para petani, sebab bertani saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan jaman dahulu. Salah satunya yaitu jika dahulu lahan masih subur, masih luas, manusia masih sedikit, pemasaran hasil hanya ke pasar atau mulut ke mulut, namun sekarang lahan sudah tandus, sempit, pemasaran sudah pakai handphone, dan lain-lain,” papr Encep Hasanudin.
Encep menambahkan, “Maka sangat penting untuk para petani segera beradaptasi atau melek digital agar bisa mengimbangi pada era saat ini yang katanya serba digital. Karena salah satu tujuan digitalisasi adalah untuk membantu masyarakat dalam memudahkan segala aktifitas pekerjaan sehari-hari. Pekerjaan petani adalah profesi yang mulia karena kita lah yang menyediakan kebutuhan pangan bagi para pejabat, pegawai dan pengusaha. Jika petani berhenti berbudidaya, seberapa banyakpun uang mereka maka tetap akan kelaparan,” tambahnya.
Baca artikel lainnya:Kapolda Metro Jaya Sebut Jika Ada Pelanggaran Anak Buahnya Harus ‘Diobati’
Pemaparan keempat disampaikan oleh H. Heni Susilo. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,
“Kita hidup di daerah Agraris yang pertaniannya memang luar biasa yaitu maju dari sisi tanah dan lain sebagainya. Karena hanya denan batang yang ditancapkan saja bisa hidup dan tumbuh, ini adalah kebaikan yang perlu kita syukuri. Digitalisasi dapat menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan pendapatan dalam agribisnis pertanian. Namun, pemerintah dan sector swasta perlu bekerja sama untuk menyediakan infrastruktur digital yang memadai dan mendukung pelatihan dan pengembangan teknologi digital bagi petani. Dengan car aini, agribisnis pertanian dapat menjadi sector yang lebih productif dan berkelanjutan di masa depan.” papar Heni Susilo./Ib
