JAKARTA, AKURATNEWS – Sumbangan pita cukai dari industri Rokok Elektrik (REL) mencapai Rp1 trilliun pada 2022 lalu. Ini merupakan pencapaian yang menembus target dari pemerintah dan sangat baik untuk industri yang baru resmi empat tahun berjalan, sejak 2018 ini.

Potensi industri vape Indonesia diprediksi menggurita di 2030 nanti. Sama halnya seperti Inggris yang menargetkan negara bebas asap rokok pada 2030. Support luar biasa dari pemerintah Inggris telah berhasil menekan jumlah perokok disana, sedikitnya 40 persen jumlah perokok sudah beralih menjadi pengguna rokok elektrik, atau yang biasa disapa dengan sebutan vapers.

Malaysia baru-baru ini juga mencabut nikotin dari kandungan zat berbahaya. Karena setelah diteliti ternyata nikotin dianggap tidak tergabung dalam satuan zat berbahaya. Hal ini menjadi serupa dengan pernyataan Public Health of England (PHE) yang dalam jurnalnya bahkan mengatakan bahwa vape 95 persen lebih aman.

Melihat fenomena ini, tidak heran begitu banyak orang yang beralih ke vape dan bahkan bekerja dalam industri REL. Industri ini telah tumbuh dari yang tadinya UMKM, kini lebih pas dikatakan sebagai Industri Kecil Menengah (IKM). Bahkan perkembangannya diikuti juga beriringan dengan event berskala internasional seperti JIVE EXPO yang diselenggarakan Rhomedal, seorang artis dan pesulap yang kini lebih dikenal sebagai pengusaha.

Dalam JIVE EXPO 2023 yang akan digelar pada 3-4 Juni mendatang yang merupakan event skala internasional dan bakal diikuti ratusan exhibitor dari dalam dan luar negeri, sebuah event bertema ‘Pesta Rakyat Vapers Indonesia!’ akan digelar.

“Meskipun berskala internasional, namun nasionalisme tetap menjadi pegangan utama kami!” ujar Rhomedal Vapepackers selaku penyelenggara.

Ratusan artis dan influencer tanah air juga telah mengkonfirmasi kehadirannya dalam event ini, mereka hadir sebagai pengguna yang sangat antusias terhadap rokok elektrik. (NVR)

By Editor1