JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Bijak Bermedia Sosial Jangan Asal Sebar Di Internet”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Minggu, 28 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Drs. H. M. Syaiful Bahri Ansori, M.P yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI serta mengundang Bapak Mahrus Sholih, SH selaku Pemimpin Redaksi Radar Jember Digital, serta Ibu Royin Fauziana selaku Komisioner KPID Jawa Timur.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menyiapkan talenta digital sambut bonus demografi pada saat ini.

Baca artikel lainnya: Pemanfaatan Medsos dan Platform Digital Menjadi Tema Webinar kemenkominfo dan DPR RI

Selaku Anggota Komisi I DPR RI, Bapak Drs. H. M. Syaiful Bahri Anshori, M.P menyampaikan bahwa,

“Pada kesempatan kali ini khususnya menjelang pemilu sangat-sangat rawan banyak sekali informasi-informasi yang belum tentu benar dan yang belum dicek kebenarannya, tetapi kemudian langsung saja semua masyarakat menyebarkan informasi tersebut melalui whatsapp group, facebook, Instagram, dan sebagainya. Jadi menurut saya, maka kita untuk bijak dalam melaksanakan media social dan jangan asal menerima info yang belum  tentu dicek kebenarannya. Saya rasa dari KOMINFO ini sudah mempunyai kanal-kanal untuk mengecek apakah informasi itu benar atau tidak. Jadi kita harus benar-benar paham mana info yang benar atau tidak benar,” papar Syaiful Bahri.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Semuel Abrijani, dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa

“Kita perlu bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Ngobrol Bareng Legislator merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.” papar Semuel.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Mahrus Sholih, SH. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa.

“Teknologi atau media sosial itu seperti sebuah mata pisau yang ketika kita gunakan akan berefek positif dan berefek negatif. Saring sebelum saring kemudian edukasi sebelum berbagi. Kita harus sabar dan jangan main sebar , karena sering ketidak sabaran kita ketika memberikan informasi maka kita jadi tidak mencerna, menelaah melihat lebih jauh informasi yang ada. Sebaiknya kita lebih bersabar dan jangan asal sebar,” papar Mahrus Sholih.

Baca artikel lainnya: Wayan Koster Ingatkan Masyarakat Bali Agar Tak Fasilitasi Wisman yang Tak Sesuai Aturan

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Komisioner KPID Jawa Timur Royin Fauziana. Dalam paparannya beliau menyampaikan,

Kalau dulu ada kata pribahasa ‘Lidahmu Adalah Harimau mu’, mungkin saat ini yang lebih relevan adalah jempolmu harimau mu. Karena dari jempol kita akan ada informasi yang tersebar di dunia digital atau media sosial kita. Jadi sekali lagi, saring sebelum sharing, edukasi sebelum berbagi, posting yang penting jangan yang penting posting. Yang terakhir viralkan sesuatu yang benar jangan selalu benarkan sesuatu yang viral karena sesuatu yang viral belum tentu benar,” papar Royin Fauziana./Ib

By Editor1