JAKARTA, AKURATNEWS.co – Virus Ebola kini sedang merebak di daratan Afrika. Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, meski begitu, kita tetap harus waspada karena mengingat mobilitas global yang tinggi.

Ada baiknya kta ketahui sejak dini tentang apaitu Ebola, apa bahayanya  dan bagaimana cara penularannya.

Ebola adalah penyakit menular mematikan yang disebabkan oleh Ebolavirus.  Meski jarang terjadi di luar Afrika, tingkat kematian akibat infeksi ini bisa sangat tinggi karena menyerang organ dan memicu perdarahan dalam tubuh.

Diketahui, hingga tahun 2025 belum ada kasus Ebola yang tercatat di Indonesia, tapi kewaspadaan tetap penting

Bahaya Virus Ebola

Virus  ebolan merusak organ vital dengan  menyerang hati, ginjal, dan sistem pembuluh darah, menyebabkan gagal organ dan perdarahan hebat.

Penderita bisa mengalami pendarahan internal maupun eksternal, dari gusi, hidung, hingga saluran cerna. Tingkat fatalitas bisa mencapai 50-90% tergantung jenis virus dan kecepatan penanganan.  Dokter dan perawat yang merawat pasien tanpa APD lengkap sangat rentan tertular.

Cara Penularan

Virus Ebola tidak menular melalui udara dan tidak menyebar seperti flu atau campak. Penularan terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti;
Darah, feses, muntahan, air liur, lendir, air mata, ASI, urine, air mani, dan keringat.

Orang yang terinfeksi baru menularkan setelah muncul gejala. Pakaian, seprai, jarum suntik, dan alat medis yang terkena cairan tubuh pasien bisa jadi media penularan. Bisa juga kontak dengan jenazah, sebab jasad penderita Ebola masih menularkan virus, sehingga proses pemakaman berisiko tinggi jika tanpa protokol khusus. Penularan awal biasanya dari kelelawar, monyet, gorila, atau simpanse ke manusia.

Bepergian ke negara dengan wabah aktif seperti Kongo, Sudan, Guinea, Liberia, Sierra Leone tentu sangat beresiko tertular.

Pencegahan Dasar

Hindari kontak langsung dengan penderita dan cairan tubuhnya.Gunakan APD lengkap jika bekerja di fasilitas kesehatan. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir secara rutin. Jangan mengonsumsi daging hewan liar yang belum dimasak matang.

Laporkan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi, muntah, diare berdarah, dan nyeri otot setelah pulang dari wilayah endemis.

Dokter menekankan, deteksi dini dan isolasi pasien adalah kunci memutus rantai penularan./Ib

By Editor1