JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Lawan Hoaks”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Drs. H. M. Syaiful Bahri Ansori, M.P yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI serta mengundang Bapak Dr. Subakri, S.Ag., M.Pd.I Selaku Dosen UIN KH Achmad Siddiq Jember dan Bapak Mahfudz Sunarjie, M.I.Kom selaku Jurnalis NET Wilayah Tapal Kuda.

 Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menyiapkan talenta digital sambut bonus demografi pada saat ini.

Pemaparan diawali oleh Syaiful Bahri Anshori, M.P  selaku Anggota Komisi I DPR RI. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Sebagai seorang netizen pejuang, tujuan utama Anda adalah melawan penyebaran hoaks atau informasi palsu di dunia maya. Hoaks dapat menyebar dengan cepat dan luas melalui media sosial dan platform online lainnya, dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan,” papar Syaiful Nahri.

Baca artikel lainnya: SMAN 81 Jakarta Gelar “Hasta La Vista Farewal Gathering of Altheniels 2023”

Lebih lanjut beliau menambahkan,” Dalam upaya untuk memerangi hoaks, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil, diantaranya adalah Verifikasi informasi sebelum membagikan suatu informasi, penting untuk memverifikasinya terlebih dahulu. Periksa sumber informasi, periksa kebenaran informasi tersebut melalui sumber-sumber yang terpercaya, seperti situs berita terkenal, lembaga pemerintah, atau organisasi yang terkait dengan topik yang dibahas. Jika informasi terdengar tidak masuk akal atau terlalu sensasional, ada kemungkinan besar itu adalah hoaks. Bagikan informasi yang sahih: Sebagai netizen pejuang, Anda dapat membantu memerangi hoaks dengan membagikan informasi yang sahih dan terverifikasi. Pastikan informasi yang Anda bagikan berasal dari sumber yang tepercaya dan telah melalui proses verifikasi yang memadai.” lanjutnya

Pemaparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Kita perlu bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Ngobrol Bareng Legislator merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.”

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Dr. Subakri, S.Ag., M.Pd.I selaku Dosen UIN KH Achmad Siddiq Jember. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Selain memerangi hoaks secara langsung, Anda juga dapat berperan sebagai edukator untuk orang lain. Berbagi pengetahuan tentang cara memverifikasi informasi, memberikan tips dan saran untuk menghindari hoaks, dan menyebarkan kesadaran tentang bahaya hoaks dapat membantu meningkatkan literasi digital di masyarakat. Banyak platform media sosial memiliki mekanisme pelaporan untuk melaporkan konten yang mencurigakan atau hoaks. Jika Anda menemukan hoaks, laporkan kepada penyedia platform sehingga tindakan yang sesuai dapat diambil. Dengan melaporkan hoaks, Anda membantu membatasi penyebarannya dan menjaga integritas informasi online,” papar Subkari.

Baca artikel lainnya: Dukung Pembangunan Wilayah, XL Axiata Perkuat Infrastruktur Internet Cepat di IKN

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Mahfudz Sunarjie selaku Jurnalis NET Wilayah Tapal Kuda. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Salah satu keterampilan penting dalam melawan hoaks adalah mengembangkan kritis berpikir. Jangan langsung mempercayai atau menyebarkan informasi hanya berdasarkan judul atau klaim yang menarik. Selalu evaluasi informasi dengan cermat, periksa sumbernya, dan cari bukti yang mendukung sebelum mempercayainya atau membagikannya. Lalu salah satu strategi efektif untuk melawan hoaks adalah dengan berbagi sumber-sumber terpercaya. Ketika Anda menemukan informasi yang sahih dan terverifikasi, bagikan sumbernya sehingga orang lain dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Ini membantu menggantikan hoaks dengan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” paprnya./Ib.

By redaksi