JAKARTA, AKURATNEWS – Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana mengatakan belum adanya pembangunan akses dari dan menuju ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dikarenakan tidak diprioritaskan.
“Karena memang konsentrasinya dulu ada pada infrastruktur kereta dan operasional keretanya. Jadi memang (pembangunan) aksesnya lebih tertinggal,” ujar Aditya seperti dikutip sejumlah media, Senin (7/8/2023).
Sehingga, dia melanjutkan, menjelang tanggal pelaksanaan operasional (COD) kereta cepat itu, maka akses ke dan dari stasiun baru benar-benar digenjot pembangunannya. Pun ketika akan dioperasikan untuk melakukan uji coba terbatas, setidaknya akses di Stasiun Halim dan Stasiun Padalarang harus diselesaikan terlebih dulu.
Aditya menekankan pembangunan akses ke dua stasiun tersebut harus selesai secara fungsional. Artinya, setidaknya akses naik turun penumpang kereta aman dan berkeselamatan.
“Di Halim sudah tersedia akses jalan non tol. Juga angkutan pengumpan misalnya bus Transjakarta, jadi jalan aksesnya dari Jalan DI Pandjaitan sudah tersedia,” tutur Aditya.
Baca artikel lainnya: Presiden Jokowi Resmikan GOR Indonesia Arena
Termasuk di stasiun lainnya seperti Stasiun Karawang dan Stasiun Tegalluar yang saat ini juga aksesnya sudah mulai terbangun.
“Sebetulnya kereta cepat ini juga masih memerlukan waktu untuk penyelesaian di stasiun-stasiunnya,” ucap Aditya.
Sedangkan Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Emir Monti menjelaskan bahwa akses dari dan menuju kestasiun KCJB masih terus dipersiapkan. Termasuk berbagai fasilitas pendukung dari sepur kilat itu.
“Semuanya on progress. Nantinya saat stasiun mulai melayani penumpang maka aksesnya akan siap digunakan,” ujar Emir.
Soal soft launching hingga periode pengenalan terhadap masyarakat mengenai kereta cepat ini, kata dia, akan segera diinformasikan lebih lanjut, termasuk juga dengan tata cara dan skemanya. “Saat ini masih dalam tahap finalisasi bersama seluruh stakeholder,” tutur Emir.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengaku sampai mencak-mencak saat tahu betapa amburadulnya perencanaan stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang belum memiliki akses jalan bagi para penumpangnya.
Baca artikel lainnya: Buronan Polisi Ada Yang Ubah Kewarganegaraan
Tiko, sapaan akrabnya, mengaku heran dengan pola pikir manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam perencanaan Stasiun KCJB di Karawang dan Padalarang.
Saat kereta peluru akan segera beroperasi, akses jalannya justru belum rampung dibangun.
“Ini missed satu hal, November tahun lalu saya baru sadar, kita lupa mikirin akses stasiun. Ini saya sebel juga waktu kemarin sama anak-anak KAI, jadi akses stasiunnya itu belum dipikirin, tidak ada akses jalan ke tol sama jalan besar,” ungkap Tiko.
