SURABAYA, AKURATNEWS – Siapa sebenarnya KH Muhammad Thoifur Mawardi, sosok yang meminta Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk berpasangan dalam Pilpres 2024?
Ketika Anies Baswedan tiba di Bandara Internasional Djuanda, Surabaya, pada 9 Agustus, ia dipanggil seorang tokoh agama yang tak lain adalah KH Abdullah Munif, Pengasuh PP Anwarul Maliki Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur.
Gus Munif, begitu Gus Abdullah Munif biasa dipanggil, menyampaikan pesan dari seorang kyai kharismatik yang bernama KH Muhammad Thoifur Mawardi, ulama terkemuka asal Purworejo, Jawa Tengah.
Gus Munif menjelaskan, ada pesan dari KH Thoifur, agar Anies berpasangan dengan Muhaimin. Anies pun dengan rendah hati membalas, “Tolong sampaikan salam pada KH. Thoifur, mohon doanya.”
KH Thoifur dan Anies juga pernah bertemu saat Anies beribadah haji di Mekkah beberapa waktu lalu. Dalam wawancara dengan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa pada 4 September, Muhaimin yang akrab dipanggil Cak Imin ini juga mengungkapkan bahwa ia menerima ‘arahan’ dari KH Thoifur.
Cak Imin pun menceritakan pertemuan tersebut dengan KH Thoifur.
“Ada Kiai Thoylifur dari Jawa Tengah, beliau memimpin 150-an jemaah haji. Saya dipanggil ke hotelnya. Seperti biasa, setiap kiai yang saya bisa sowan, saya sowan. Beliau itu tiba-tiba bilang, ‘Muhaimin, saya sudah istikharah, jodohmu itu Anies.'”
KH Thoifur Mawardi, ulama kelahiran 8 Agustus 1955, merupakan tokoh kharismatik pemilik Pondok Pesantren Darut Tauhid Kelurahan Kedungsari, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ia dikenal luas sebagai ahli istikharah dan dihormati banyak kalangan, terutama kaum Nahdiyin. Ayahnya, KH R Mawardi, merupakan keturunan dari Joko Umbaran yang konon masih memiliki hubungan darah dengan Sultan Agung.
Perjalanan keilmuannya membawanya ke berbagai daerah di Jawa, seperti Pondok Sugihan Kajoran, Magelang, Pondok Lasem, dan Pondok Rembang, Jawa Tengah. Ia juga pernah menjadi santri di Rushaifah, Mekkah, di tempat Imam Ahlussunnah wal Jama’ah Abad 21, Al-Qutb Al-Irsyad wad Da’wah As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani, dan menjadi salah satu santri terbaik di sana dari 1976 hingga 1988.
KH Thoifur juga dikenal sebagai ahli mimpi bertemu Rasulullah SAW karena sering bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad. Salah satu karomah yang dimilikinya adalah penemuan Sumur Thoifur di Pesantren Rushaifah, yang menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari para santri. Penemuan ini terjadi setelah mimpi KH. Thoifur yang mengarahkan pencarian sumber air tersebut.
Dengan keilmuan dan kekharismatikannya, KH. Thoifur Mawardi menjadi sosok yang dihormati dan dijuluki sebagai ‘Kitab Berjalan’ oleh ulama dan habib di berbagai kalangan. (NVR)
