JAKARTA, AKURATNEWS – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan tanggapan terhadap hasil surveiyyang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Menurut PKB, hasil survei SMRC memiliki perbedaan yang signifikan dengan hasil survei internal Koalisi Perubahan yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Koalisi Perubahan, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN).
“Kami ingin menyampaikan beberapa catatan, karena hasil survei SMRC berbeda jauh dengan hasil survei internal kami,” ujar Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, Jumat (15/9).
Ia mengungkapkan, keraguan terkait metode survey SMRC yang menggunakan telepon dan cara pengambilan sampel yang tidak jelas.
“Survey SMRC ini dilakukan melalui telepon, padahal tidak semua masyarakat Indonesia memiliki akses telepon. Selain itu, kami juga belum memahami secara rinci bagaimana sampel survei tersebut dibagi,” bebernya.
Meskipun demikian, Jazilul mengapresiasi hasil survey SMRC yang dianggapnya sebagai tantangan positif bagi Koalisi Perubahan. Menurutnya, hasil yang berbeda tersebut justru semakin memotivasi Koalisi Perubahan untuk lebih optimis dalam memenangkan Pilpres 2024.
Selain perbedaan hasil survei, Jazilul juga memberikan catatan lain. Menurutnya, Koalisi Perubahan telah memiliki pasangan AMIN, sementara pasangan calon presiden lainnya belum memiliki pendamping.
Lebih lanjut, Jazilul mencatat bahwa dari analisis data daring (dunia maya) dan big data, terjadi peningkatan signifikan dalam elektabilitas pasangan AMIN.
“Ikuti perkembangan kami sejak dideklarasikan pada 2 September 2023, elektabilitas pasangan AMIN mengalami lonjakan yang signifikan, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, dukungan dari para kiai dan santri, khususnya dari pondok pesantren di Jawa, semakin meluas,” tambah Jazilul.
Tanggapan ini mencerminkan komitmen Koalisi Perubahan dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pilpres 2024, di mana survei menjadi salah satu elemen penting dalam pemetaan dukungan masyarakat. (NVR)
