JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah menyelenggarakan seminar online yakni Seminar Merajut Nusantara dengan mengusung tema: “Amankan Diri dan Sesama di Ruang Digital”. Seminar diselenggarakan pada hari Selasa, 27 Juni 2023 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar Seminar Merajut Nusantara ini, terdapat tiga narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Dr. Abdul Kharis Almasyhari yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Dr. Ismail Cawidu, M.Si selaku Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta serta mengundang narasumber ketiga yakni Ma’ruf Pujianto selaku Pegiat Literasi Digital.
Webinar Seminar Merajut Nusantara ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis. Selaun itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Bakti Kominfo, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Abdul Kharis Almasyhari. Dalam paparannya beliau menjelaskan tentang ruang digital telah memberikan banyak kemudahan dan peluang kepada kita seperti meningkatkan keuntungan pribadi, meningkatkan kemampuan diri, serta meningkatkan peluang untuk masyarakat Indonesia.
Selain itu, ruang digital juga memiliki dampak negatif yang perlu kita hindari. Untuk itu, kita sebagai sesama masyarakat harus saling mengingatkan kepada sanak saudara.
“Baru-baru ini, banyak sekali orang-orang yang sudah tertipu selama menggunakan ruang digital seperti terjerat pinjaman online, penipuan online dan lain sebagainya.
Dengan munculnya kasus-kasus yang merugikan, kita harus pintar-pintar dalam menghindari kejahatan di ruang digital, ” papar Abdul Kharis.
Selanjutnya adalah paparan materi oleh Bapak Dr. Ismail Cawidu, M.Si selaku Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa, “Luasnya perkembangan teknologi, sebagai pengguna kita harus memerhatikan pentingnya keamanan digital sebab ancaman keamanan digital bisa muncul dari berbagai sumber dan cara. Beberapa ancaman umum seperti serangan phishing, malware, atau kebocoran data pribadi. Pentingnya memiliki kebiasaan cyber hygiene yang baik, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, tidak membuka tautan atau lampiran yang mencurigakan, menjaga pembaruan perangkat lunak secara teratur, dan mem-backup data secara rutin,” paparnya.
Pemaparan yang ketiga disampaikan oleh Bapak Ma’ruf Pujianto selaku Pegiat Literasi Digital. Dalam paparannya eliau menyampaikan bahwa,
“Di dunia digital pengguna internet hidup berdampingan dengan niat dan tujuan masing-masing. Ada yang memanfaatkan internet untuk tujuan positif, ada juga yang memanfaatkan untuk tujuan negatif atau kriminal. BSSN mencatat bahwa pada tahun 2023 terdapat 1 milyar serangan kepada penguuna internet. Berbagai jenis kejahatan yang sering dilakukan oleh pelaku kejahatan siber seperti unauthorized access, illegal contents, penyebaran virus, data forgery, dan cyber espionage, sabotage, dan extortion, ” paparnya./Ib.
