JAKARTA, AKURATNEWS.co  –Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan kalau PBB tengah mengalami masalah keuangan serius.

Krisis anggaran PBB tersebut disebabkan keterlambatan kontribusi keuangan dari negara-negara anggota.

“Setidaknya selama tujuh tahun terakhir, PBB mengalami krisis likuiditas karena banyak negara belum membayar kontribusi mereka secara penuh dan tepat waktu,” ujar Guterres, Rabu (12/3/2025).

Menurut laporan PBB, hingga saat ini hanya 75 dari 193 negara anggota yang telah memenuhi kewajiban keuangan mereka untuk tahun 2025. Akibatnya, anggaran PBB menunggak lebih dari US$ 2,8 miliar, dengan US$ 1,5 miliar di antaranya merupakan utang dari Amerika Serikat.

Guterres menekankan bahwa krisis anggaran PBB ini semakin memperburuk ketidakpastian global.

“Ini adalah masa yang penuh ketidakpastian dan ketidakpastian. Namun, satu hal yang pasti: PBB belum pernah begitu dibutuhkan seperti sekarang. Anggaran PBB bukan sekadar angka di neraca, tetapi berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup jutaan orang di seluruh dunia,” tegasnya.

Krisis anggaran PBB ini semakin diperburuk oleh kebijakan terbaru Amerika Serikat. Setelah pemerintah AS menghentikan hampir semua bantuan kemanusiaan asing, termasuk yang disalurkan ke program dan badan PBB, kekhawatiran pun meningkat terkait dampaknya terhadap upaya bantuan global.

Banyak pihak juga mengkhawatirkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan terus mengurangi sumbangan keuangan ke PBB, seperti yang dilakukannya pada masa jabatan pertamanya. Pada Februari 2025 lalu, Trump bahkan menarik AS dari beberapa badan PBB dan mengumumkan peninjauan ulang terhadap pendanaan organisasi tersebut. Meskipun mengakui potensi luar biasa PBB, Trump menilai organisasi ini masih belum dikelola dengan baik.

Dengan situasi krisis anggaran PBB ini, masa depan lembaga dunia itu bergantung pada kesediaan negara-negara anggotanya untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka demi menjaga kelangsungan berbagai program kemanusiaan dan pembangunan global./Ib. Foto. Istimewa.

By Editor1