BANJARMASIN, AKURATNEWS.co – Saat menyambangi Banjarmasin, capres nomor urut satu, Anies Baswedan berjanji membangun Wasaka International Stadium yang akan menjadi markas klub kebanggaan Banjarmasin, Barito Putera.
Selain menjadi salah satu dari 10 stadion yang ditargetkan dibangun bila dirinya memenangkan Pilpres 2024, ihwal tersebut digaungkan Anies mengingat skuad Laskar Antasari (julukan Barito Putera) tak kunjung merasakan atmosfir bermain di kandang sendiri.
“Barito Putra, tim kebanggaan Banjarmasin sudah lima musim sejak 2019 bermain di luar Banjarmasin. Stadion 17 Mei yang ada saat ini sedang renovasi untuk penambahan kapasitas menjadi 20.000 kursi,” kata Anies di acara Desak Anies, Selasa (5/12).
Lebih lanjut, Anies memaparkan makna nama dari stadion yang akan dibangun di Kalimantan Selatan tersebut.
“Kita beri nama Wasaka (waja sampai kaputing) Internasional Stadium (pantang menyerah sampai tetes darah terakhir). Nama ini dari Pangeran Antasari dan tagline Barito Putera itu sendiri,” tukas Anies.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu yakin stadion bertaraf FIFA itu dapat menjadi rumah tempat tim Seribu Sungai berlaga di lapangan hijau ke depannya.
“Kita akan bangun stadion standard FIFA supaya Barito Putra balik main di rumahnya,” pungkas Anies.
Sementara itu, rencana Anies membangun Wasaka International Stadium di Banjarmasin, diapresiasi banyak pihak.
“Rencana itu dilandasi niat yang baik dan tulus, jauh dari kepentingan politik. Sebab Anies jika berjanji selalu ditepati,” ujar wartawan senior yang juga penggemar sepakbola Syahrir Lantoni, Selasa (5/12).
Menurut Syahrir, rencana itu membangun industri sepakbola yang berorientasi pada kemajuan sepakbola Indonesia.
Kedua, melalui pembangunan infrastrutur sepakbola yang berstandar dunia, daerah akan menjadi prasyarat menyelenggarakan event dunia, seperti Piala Dunia dan lain-lain.
“Jika stadion ini selesai, tidak ada lagi polemik tentang stadion seperti halnya JIS yang dimasalahkan karena faktor like and dislike,” kata mantan Pimred Indopos ini.
Ia melanjutkan, tujuan ketiga membangun Wasaka Internasional Stadion Banjarmasin adalah juga untuk menghilangkan kecemburuan daerah melihat megahnya JIS.
“Mereka ingin ada semacam JIS di daerah. Apalagi di Makassar yang sama sekali tidak punya Stadion, padahal PSM adalah tim juara yang banyak melahirkan pesepakbola handal,” ujar mantan wartawan Harian Fajar ini.
Soal pembiayaan pembangunan, lanjut alumnus HMI Cabang Makassar ini, Anies tentu paham karena JIS pun di bangun dengan mudah di Jakarta. Anies punya prinsip dan komitmen uang rakyat dari pajak harus kembali ke rakyat.
Dikatakannya lagi, model kolaborasi dan kemitraan sebagaimana di Jakarta juga bisa menjadi cara untuk menambah pembiayaan pembangunan Wasaka International Stadium itu.
“Sepakbola daerah akan maju, animo masyarakat untuk hadir di stadion makin berlipat-lipat. industri sepakbola pun akan terpacu dan event kelas dunia pun akan mudah terlaksana di sini,” kata Acil, panggilan akrab Syahrir Lantoni.
Ia menambahkan dampak berikutnya adalah berkembangnya UMKM daerah. Bahkan dengan banyaknya event maka ekonomi daerah akan terus meningkat melalui sektor ekonomi kecil menengah dan ekonomi kreatif.
Soal pelibatan masyarakat dalam pembangunan Wasaka Internasional Stadium, pastilah dilakukan oleh Anies. Anies selalu berkomitmen untuk tenaga kerja lokal. Baik untuk pembangunan dan pemeliharaannya maupun untuk pengelolaannya.
“UMKM akan dilibatkan, generasi muda dilibatkan, profesional dan pekerja gedung akan dipakai. Anies memegang teguh keberpihakannya pada pribumi, selalu menggunakan narasi rakyat harus menjadi tuan di negeri sendiri,” tandasnya.
Sedangkan pemerhati sepakbola yang sekaligus mantan Dirut Persija, Gede Widiade menyambut baik rencana pembangunan Wasaka International Stadium di Banjarmasin. Apalagi sudah beberapa musim kompetisi, klub lokal di sana, yakni Barito Putera tidak bermain di Banjarmasin karena keterbatasan sarana lapangan pertandingan.
Padahal, selama ini Barito Putera selalu memiliki supporter fanatik di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan yang senantiasa menyambut antusias setiap kali klub sepak bola Urang Banua tersebut bertanding.
“Seperti Mattoangin International Stadium di Makassar Sulawesi Selatan yang juga akan dibangun Pak Anies, stadion-stadion yang representatif di berbagai daerah di Indonesia ini sangat penting dalam pembangunan sekaligus pemerataan human capital sepakbola di Indonesia. Dengan keberadaan Wasaka International Stadium akan menjadi pendorong majunya dunia sepakbola di Kalimantan,” papar Gede, Selasa (5/12).
“Adanya stadion yang representatif, bukan hanya di Jawa, tetapi juga di Kalimantan dan Sulawesi serta kawasan lain, akan membuat daerah-daerah juga mengalami kemajuan dalam bidang sepakbola. Masyarakat setempat akan lebih terpacu pembinaan sepak bola sejak usia dini jika memiliki stadion sepakbola yang memadai,” imbuhnya.
Menurut Gede, infrastruktur sepak bola yang memadai akan mendorong kompetisi berlangsung baik.
“Stadion yang berkualitas di setiap daerah tentu saja akan membuat kompetisi menjadi berkualitas. Apalagi olahraga sepak bola merupakan salah satu olah raga yang paling digemari rakyat Indonesia, sehingga multiplier effectnya bukan hanya pada sisi sepak bola itu sendiri jika sepak bola Indonesia menjadi berkualitas, tetapi terhadap bergeraknya roda perekonomian di masing-masing lokal daerah,” tandas Gede yang pernah mengelola Persebaya Surabaya hingga Persiba Balikpapan.
Gede pun yakin jika Anies menjadi presiden, dia akan mampu membangun stadion seperti JIS di provinsi lain di Tanah Air.
“Saya kenal beliau. Kalau Pak Anies sudah mengamati dan semuanya memungkinkan dilaksanakan, apalagi kalau beliau sudah berjanji Insha Allah akan ditepati. Apalagi kalau pembangunan stadion tersebut untuk membahagiakan rakyat banyak, khususnya masyarakat pencinta sepakbola. Pak Anies sangat peduli dengan kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya,” pungkas Gede. (NVR)
