JAKARTA, AKURATNEWS.co –Hujan deras yang mengguyur Pulau Bali sejak Selasa (9/9) mengakibatkan banjir besar di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyebut, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir. Lebih dari 200 warga harus dievakuasi oleh tim SAR sejak dini hari hingga siang hari.
Menurut laporan, setidaknya sembilan orang meninggal dunia. Dua korban ditemukan di Jembrana, lima di Denpasar, satu di Gianyar, dan sisanya di wilayah lain. Sebagian korban dilaporkan terseret arus, sementara ada yang meninggal karena tersengat listrik.
Di Denpasar, tercatat ada 43 titik banjir. Kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak menjadi yang paling parah terdampak.
Banjir juga menyebabkan akses transportasi lumpuh. Termasuk Jalur Denpasar–Gilimanuk yang terputus sepanjang dua kilometer akibat genangan air di Jembrana. Bahkan underpass Simpang Dewa Ruci di Kuta ikut terendam.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan, cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rossby yang memicu pembentukan awan hujan intens. Kondisi ini diperkirakan mulai mereda pada Kamis (11/9).
Kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mencakup rumah, kendaraan, hingga aktivitas ekonomi dan pariwisata yang terhenti.
Terkait hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada pedagang yang mengalami kerugian./Ib. Foto: Tangkapan layar.
