JAKARTA, AKURATNEWS.co – Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8/2026), mengakibatkan  10.000 keluarga dilaporkan kehilangan rumah dan harta benda.

Informasi ini diungkap oleh International Federation of Red Cross (IFRC) atau Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Juru Bicara IFRC, Tommaso Della Longa menggambarkan kondisi di wilayah terdampak sebagai sebuah bencana yang sangat parah.

“Situasinya sangat buruk,” kata Della Longa, seperti dilansir Beritasatu, Sabtu (29/8/2026).

Baca Artikel Lainnya: Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia

Kondisi medan yang sangat berat, jaringan komunikasi yang terputus, hingga rusaknya infrastruktur seperti jembatan dan jalan menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat. Selain menggunakan jalur darat tersisa yang masih dapat dilalui, sejumlah lokasi terisolasi hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter.

Kepala Delegasi IFRC di Nepal, David Fisher, juga menggambarkan besarnya kerusakan akibat bencana tersebut. Kepada BBC, ia mengatakan seluruh desa dan pasar di wilayah terdampak benar-benar telah lenyap diterjang banjir bandang.

Bencana alam tersebut, terbaru dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 472 orang. Petugas darurat masih melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang dilaporkan hilang. Di antara warga negara asing yang terdampak, warga negara India menjadi kelompok terbanyak. Sebanyak 290 warga India dilaporkan terdampak dalam bencana tersebut.

Baca Artikel Lainya: Sebanyak 34 WN Australia Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal

Menurut analisis citra satelit, banjir bandang tersebut kemungkinan dipicu oleh bongkahan es berukuran besar yang meluncur dari gletser di kawasan Himalaya. Lokasi tersebut berada sekitar 20 kilometer di timur laut perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Runtuhnya tebing menyebabkan berton-ton es dan batu berjatuhan ke Sungai Bhotekoshi. Material dalam jumlah besar tersebut kemudian memicu luapan sungai dan menghasilkan arus banjir yang menghantam wilayah di sekitarnya./Ib.

By Editor1