JAKARTA, AKURATNEWS.co – Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi topik pembicaraan hangat di Indonesia. Apakah jadi lawan atau kawan?
Teknologi canggih ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam dunia kerja. Perusahaan-perusahaan pun mulai mengeksplorasi peran AI dalam manajemen sumber daya manusia (HR).
Guna membahas hal ini, Jobseeker Company, sebuah perusahaan rekrutmen terkemuka di Indonesia menggelar ‘Hiring Talks with Helmy Yahya Bicara’ dengan tema ‘Optimalisasi AI Pada HR: Jadi Kawan atau Lawan?’ Kamis, (19/10) dengan Helmy Yahya sebagai moderator.
“Peran HR yang sebelumnya bersifat manual kini mengalami transformasi menuju dunia digital. Kompetensi pekerja HR perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, dan salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan menghemat waktu,” ujar CEO Jobseeker Company, Chandra Ming yang hadir sebagai pembicara.
Pembicara lainnya, Audi Lumbantoruan menyoroti potensi AI sebagai asisten virtual dalam mengumpulkan data calon pekerja ketika membuka lowongan pekerjaan.
“Anda tidak perlu menjadi ahli dalam perangkat lunak dan aplikasi AI, tetapi memahami AI dari perspektif bisnis akan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Sedangkan pembicara lainnua, Dr. Yunus Triyonggo menegaskan pentingnya beradaptasi dengan teknologi yang semakin maju.
“Transformasi dari pekerjaan manual ke teknologi mungkin tidak mudah, tetapi untuk mempertahankan perusahaan, penting untuk mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi AI akan menjadi mitra yang efektif dalam profesi HR, terutama dalam rekrutmen dan seleksi,” ujarnya.
Penggunaan AI juga dapat diperluas ke area lain dalam manajemen sumber daya manusia, seperti kinerja dan pengembangan karyawan, analisis SDM, dan pengambilan keputusan.
Meskipun teknologi AI memainkan peran penting, peran pekerja manusia tetap tak tergantikan. Oleh karena itu, pekerja masa kini perlu mengembangkan sikap dan keterampilan dengan pola pikir pertumbuhan (growth mindset) untuk mengikuti perkembangan teknologi yang pesat.
Dengan acara ini, Jobseeker Company juga berupaya mengedukasi dan memberikan pandangan yang jelas tentang bagaimana AI dapat menjadi mitra yang berharga dalam dunia HR. Transformasi ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan membuka diri terhadap inovasi dan perkembangan teknologi.
Pamungkas, guna memastikan AI digunakan sebagai alat pendukung dan bukan sebagai pengganti profesional SDM. Helmy Yahya menyebut pentingnya kepemimpinan SDM yang berpikir maju di era AI dan otomatisasi.
“Meskipun AI dan otomatisasi akan berdampak signifikan pada masa depan pekerjaan, keterampilan manusia dan kecerdasan emosional tetap penting. Pemimpin SDM yang berpikiran maju memahami pentingnya menyeimbangkan teknologi dengan interaksi manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang holistik,” ujar Helmy Yahya. (NVR)
