JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Bijak Berkomentar di Ruang Digital”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Jumat, 7 April 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, Dr. Achmad Maulani selaku Pengamat Sosial Budaya, serta Haafidh Nur Siddiq Yusuf selaku Jurnalis NU Online Jatim.

 Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan media sosial secara optimal untuk berbagai kebutuhan, sebagai sarana untuk bersosialisasi.

Baca artikel lainnya: TNI Siap Bantu Kemenhub RI dan Pelindo Mengamankan Mudik Lebaran Jalur Laut

Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mengedukasi tentang cara membangun personal branding melalui sosial media.

Sesi paparan diawali oleh sambutan dari Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Dalam paparannya Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa,

“Era digital yang terus berkembang secara cepat, pengguna dunia digital harus memiliki persiapan yang matang. Banyak kemudahan yang ditawarkan dengan adanya dunia digital. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu memiliki kualitas SDM yang dimana perlu memiliki kesadaran, kemampuan dan kapasitas atau skill atas teknologi informasi digital, kemudian perlu juga mempersiapkan teknologi nya itu sendiri agar akses masyarakat lebih mudah dan ikut berkembang, yang terakhir yaitu persiapkan konten, isi, atau kreatifitas-kreatifitas yang memadai untuk mengisi dunia digital agar tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga ikut adaptif atas perkembangan digital yang tersedia, jelas Muhaimin.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc melalui tampilan video, dalam video tersebut ia menjelaskan bahwa,

Baca artikel lainnya: Pesulap Merah Bongkar Minyak Ajaib Milik Ida Dayak

“Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital. Dalam mencapai visi dan misi tersebut kementrian KOMINFO berperan sebagai regulator, fasilitatir, eksalator di bidang digital diindonesia. Dalam rangka menjalankan salah satu mandat tersebut terkait pengembangan SDM digital kementrian KOMINFO bersama gerakan nasional Literasi Digital, serta jejaring hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital ditingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” papar Semuel.

Pemaparan materi ketiga disampaikan oleh Dr. Achmad Maulani, dalam paparanya ia menyampaikan bahwa,

“Saat ini masyarakat menjadi masyarakat informasi dengan ciri-ciri yaitu memiliki kecepatan, virtualitas dan network. Penyebaran informasi menjadi cepat dan merata tanpa batas ruang dan waktu, jadi penting sekali menyaring sebelum membagikan informasi dalam sosial media karena maraknya berita bohong yang banyak disalah artikan sebagai pencemaran nama baik. Kemudian penting juga untuk tidak terjebak kedalam media sosial sehingga menjadi kecanduan, dan juga jangan menjadi terlalu ketergantungan dengan media digital karena sebagai makhluk sosial tetap perlu bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar,” papar Achmad maulani.

Baca artikel lainnya: Polres Banjarnegara Buka Posko Pengaduan Orang Hilang Korban Dukun Tohari

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Haafidh Nur Siddiq Yusuf, dalam paparannya Haafidh menjelaskan bahwa.

” Ruang digital membuka konsep baru pola komunikasi. Semua pengguna media sosial dapat berpartisipasi dalam memberikan informasi, juga untuk berkomentar. Tetapi tidak jarang komentar-komentar yang diberikan justru tidak dilakukan secara bijak dan terkesan negatif. Bijak berkomentar menjadi sebuah keharusan karena akan menjadi jejak digital dan akan menjadi boomerang di kemudian hari. Jejak digital ini kemudian dapat berpengaruh langsung terhadap citra diri karena sifat ruang digital yang terbuka dan dapat diakses oleh siapapun,” papar Haafidh./Ib

         

By redaksi