JAKARTA, AKURATNEWS.co – Rencana penggunaan teknologi baterai solid-state untuk kendaraan listrik sudah sering dikemukaan, namun realisasinya tak kunjung tiba. Terbaru Changan Automobile dikabarkan akan mulai memasang paket baterai solid-state terbarunya.
Melansir Carscoops, Jumat, 27 Februari, pabrikan asal China itu akan memakai baterai tersebut pada robot dan kendaraan listrik pada kuartal ketiga tahun ini. Changan pasang target produksi massal penuh pada 2027.
Changan mengklaim baterai generasi barunya memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg. Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan listrik yang mengusungnya disebut mampu melaju lebih dari 932 mil atau sekitar 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Meski angka itu dinilai sangat ambisius, jarak tempuh sejauh ini berpotensi menjadikan model-model Changan lebih ideal untuk perjalanan jarak jauh. Terutama di wilayah terpencil yang infrastruktur pengisian dayanya masih terbatas.
Paket baterai ini diberi nama Golden Bell, selain menawarkan kepadatan energi tinggi, teknologi tersebut diklaim 70 persen lebih aman dibandingkan baterai kendaraan listrik konvensional. Tak hanya itu, baterai ini juga dilengkapi sistem diagnostik jarak jauh berbasis kecerdasan buatan, yang memungkinkan pemantauan kondisi secara real time.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa peningkatan keamanan dan kecerdasan sistem menjadi bagian penting dari strategi pengembangannya. Produksi baterai tersebut akan dilakukan di bawah merek baru baterai solid-state milik Changan bernama Jingzhongzhao.
Perusahaan juga berencana memproduksi baterai solid-state sepenuhnya, sembari tetap mengembangkan baterai cair dan semi-solid-state yang masih menggunakan elektrolit cair. Langkah Changan bukan satu-satunya di industri.
Sejumlah pabrikan otomotif China lainnya juga bergerak ke arah serupa. Dongfeng Motor Corporation, misalnya, telah menguji baterai solid-state buatannya dalam kondisi cuaca dingin ekstrem.
Baterai tersebut memiliki kepadatan energi 350 Wh/kg dan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 620 mil atau sekitar 1.000 kilometer. Dongfeng menargetkan peluncuran pada mobil produksi tahun ini, dengan sasaran waktu sekitar September.
Selain itu, nama-nama besar seperti BYD Company, Chery Automobile, SAIC Motor, GAC Group, dan CATL juga terus memburu terobosan serupa. Persaingan ini bahkan melibatkan raksasa global seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, BMW, Toyota, Nissan, Hyundai, hingga Honda./Ib.
