JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pihak Amerika Serikat dilaporkan telah mengalami kehilangan atau kerusakan pada sedikitnya 42 pesawat militer selama perang melawan Iran dalam operasi “Operation Epic Fury”, menurut laporan yang disusun untuk Kongres AS.
Seperti dikutip IDN Financial, data tersebut menyoroti besarnya biaya dan dampak konflik yang sebelumnya diperkirakan Washington dapat didominasi lewat kekuatan udara.
Laporan Congressional Research Service (CRS) menyebut jumlah kerugian masih bisa bertambah karena adanya pembatasan klasifikasi data, operasi tempur yang masih berlangsung, serta sejumlah kerusakan yang belum dapat dipastikan penyebabnya.
Pesawat yang hilang atau rusak mencakup sejumlah alutsista tercanggih milik AS, di antaranya empat jet tempur F-15E Strike Eagle, satu jet siluman F-35A Lightning II, satu pesawat serang A-10 Thunderbolt II.
Kemudian tujuh pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker, satu pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS, dua pesawat operasi khusus MC-130J Commando II, satu helikopter penyelamat HH-60W Jolly Green II, 24 drone MQ-9 Reaper, serta satu drone pengintai MQ-4C Triton.
Laporan itu muncul setelah Pentagon mengungkap biaya operasi militer terhadap Iran telah melonjak mendekati US$29 miliar.
Kepala keuangan Pentagon Jules Hurst III mengatakan kenaikan biaya terutama berasal dari estimasi terbaru untuk perbaikan dan penggantian peralatan militer.
Konflik dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke berbagai fasilitas militer, lokasi rudal, dan tokoh penting Iran.
Gelombang awal serangan dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu salah satu kampanye udara terbesar AS di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Namun meningkatnya jumlah kerugian pesawat diperkirakan akan memicu perdebatan mengenai besarnya dampak perang dan apakah Iran mampu memberikan kerusakan jauh lebih besar terhadap militer AS dibanding yang sebelumnya diakui.
Laporan CRS menjadi penting karena Departemen Pertahanan AS belum merilis data resmi lengkap mengenai kerugian tempur.
Para peneliti kongres menyusun data tersebut berdasarkan pernyataan Pentagon, pengarahan CENTCOM, dan laporan media.
Berikut daftar pesawat AS yang dilaporkan hilang atau rusak:
- 4 jet tempur F-15E Strike Eagle
- 1 jet siluman F-35A Lightning II
- 1 pesawat serang A-10 Thunderbolt II
- 7 pesawat tanker KC-135 Stratotanker
- 1 pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS
- 2 pesawat MC-130J Commando II
- 1 helikopter HH-60W Jolly Green II
- 24 drone MQ-9 Reaper
- 1 drone pengintai MQ-4C Triton
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung menanggapi laporan tersebut melalui platform X.
Ia menyebut data itu menunjukkan Iran berhasil menantang dominasi udara Amerika dan memperoleh pelajaran penting dalam perang modern.
Araghchi juga mengklaim angkatan bersenjata Iran menjadi pihak pertama yang berhasil menjatuhkan jet tempur F-35.
Ia memperingatkan bahwa jika Presiden Donald Trump kembali melancarkan aksi militer, Teheran akan memberikan “lebih banyak kejutan”.
Kehilangan F-35A dinilai memiliki dampak simbolis dan strategis besar karena pesawat tersebut merupakan salah satu aset tempur paling canggih dalam arsenal udara AS./Ib.
