JAKARTA, AKURATNEWS.co – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Istana Negara, Sabtu (17/8), menjadi momen tak terlupakan bagi dr Ayu Widyaningrum.

Dokter asal Banua, Kalimantan Selatan ini bersama suami dan kedua putranya, Alif Barra dan Ben Alfariq berkesempatan hadir langsung dalam upacara penurunan bendera Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Dengan balutan kebaya marun yang dipadukan kain batik sasirangan khas Kalimantan Selatan, dr Ayu tampil anggun mendampingi suami yang juga mengenakan busana senada. Sementara kedua putra mereka menggunakan pakaian adat khas Dayak berwarna oranye dan merah.

“Bangga dan terharu karena ini pertama kalinya bisa mengikuti upacara kenegaraan di Istana Negara. Saya ajak dua anak saya agar mereka bangga memaknai Hari Kemerdekaan Indonesia. Kalau dulu waktu sekolah saya hanya bisa upacara di lapangan, kini bisa menyaksikan langsung bersama keluarga di Istana. Ini pengalaman bersejarah,” ujar dr Ayu.

Menurutnya, kesempatan tersebut bukan hanya sebuah kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk pendidikan karakter bagi generasi muda.

“Saya ingin anak-anak tumbuh dengan jiwa patriot yang kuat, mencintai bangsa dan negara,” tambahnya.

Tak hanya di Jakarta, semangat kemerdekaan dr Ayu juga bergema hingga ke pusat kota New York, Amerika Serikat. Namanya terpampang di layar raksasa Times Square dalam rangka perayaan 80 tahun Indonesia merdeka.

Melalui email resmi, pengelola Times Square meminta dr Ayu mengirimkan foto dirinya dalam balutan busana adat.

Ia pun mengabadikan momen mengenakan pakaian tradisional Kalimantan Selatan serta baju bodo khas Bugis, Sulawesi. Foto tersebut kemudian terpajang megah di salah satu ikon dunia yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Dalam unggahannya, dr Ayu menuliskan pesan yang menyentuh:

“Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Di balik kemerdekaan ada perempuan-perempuan hebat yang tak berhenti memperjuangkan mimpi, menjaga budaya, dan mengukir prestasi. Merdeka bagi wanita Indonesia berarti bebas berkarya, bebas bermimpi, dan bebas menjadi diri sendiri. Dirgahayu Indonesiaku.”

Pesan tersebut ternyata menarik perhatian dunia. Salah satunya dari Direktur New York Fashion Week, Eski Barber, yang memberi apresiasi melalui pesan WhatsApp.

“Ini sangat membanggakan. Perempuan Indonesia tampil anggun dengan busana daerah dan kutipan dalam Bahasa Indonesia. Luar biasa, dok!” ujarnya.

Kehadiran dr Ayu dalam dua panggung berbeda yakni upacara kenegaraan di Istana Negara dan penampilan di jantung dunia Times Square menjadi simbol kiprah perempuan Indonesia dalam menjaga budaya sekaligus mengukir prestasi.

Dari Banua untuk Indonesia, dr Ayu ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk terus berkarya, menjaga identitas, dan menginspirasi generasi penerus. (NVR)

By editor2