JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah ritme kerja jurnalis yang tak mengenal waktu, ada momen ketika mereka sejenak berhenti, bukan untuk mengejar berita, melainkan merasakan kepedulian dari sesama.
Itulah yang terasa dalam aksi sosial yang digelar Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) menjelang Idul Fitri 1447 H.
Melalui program berbagi sembako, YPJI menghadirkan wajah lain dari dunia jurnalistik yakni solidaritas, empati, dan kebersamaan.
Kegiatan ini tak hanya menyasar rekan-rekan jurnalis, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan di bulan suci Ramadhan.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bentuk kepedulian dan solidaritas kami terhadap sesama, khususnya di bulan penuh berkah ini,” ujar Ketua Umum YPJI, Andi Arief di Jakarta, Selasa (17/3).
Suasana hangat terasa dalam setiap paket sembako yang dibagikan. Bagi sebagian jurnalis, bantuan ini bukan hanya soal kebutuhan pokok, tetapi juga pengakuan bahwa mereka tidak sendiri.
Desainer dan pegiat sosial yang juga Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho menambahkan, Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat empati, terutama di lingkungan profesi yang memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbagi dan peduli. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, terutama di lingkungan jurnalis,” tuturnya.
Aksi sosial ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dewan Pembina YPJI, Seno M Hadjo menilai, kegiatan tersebut sebagai cerminan kuatnya kolaborasi lintas elemen dalam membantu sesama.
“YPJI berhasil menghadirkan semangat gotong royong. Dukungan dari berbagai elemen menunjukkan bahwa kepedulian terhadap jurnalis dan masyarakat dapat diwujudkan bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah tantangan industri media yang terus berubah, solidaritas seperti ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan, tidak hanya secara profesional, tetapi juga secara sosial.
Bagi YPJI, kegiatan ini bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, melainkan membangun jejaring kepedulian yang berkelanjutan.
Ramadhan menjadi titik awal untuk memperkuat rasa kebersamaan yang diharapkan terus terjaga, bahkan setelah bulan suci berakhir.
Di balik paket sembako yang dibagikan, tersimpan pesan sederhana namun kuat: bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tuntutan profesi, nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama.
Dan di bulan yang penuh berkah ini, para jurnalis tak hanya menjadi penyampai cerita, tetapi juga bagian dari cerita tentang kepedulian itu sendiri. (NVR)
