JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suasana Klinik Bedah Plastik Queen, Sunter, Jakarta Utara berbeda dari biasanya. Lantunan doa anak-anak yatim terdengar menggema di ruang utama klinik di Ramadhan 2026 ini.
Ya… di momen penuh berkah itu, Klinik Bedah Plastik Queen dan penyanyi dangdut Nita Thalia memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari Yayasan Al-Hadist, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
“Alhamdulillah, di hari yang baik ini kami bisa berbagi dengan anak-anak yatim. Saya pribadi senang bisa berbagi dengan mereka,” ujar Nita yang didampingi pemilik klinik, Margoto dan Sri Jarwati.
Bagi pelantun sejumlah hits dangdut itu, berbagi menjadi cara menenangkan hati sebelum menjalani prosedur medis yang tak ringan.
Hari ini, Nita dijadwalkan menjalani tiga tindakan sekaligus yakni facelift, brow lift, dan operasi kantong mata (blepharoplasty).
Nita mengaku telah melalui proses konsultasi mendalam bersama dr. Heri Noviana, Sp BP-RE, M.Ked.Klin dan tim dokter bedah plastik Queen.
“Setelah berkonsultasi, saya sudah mantap. Saya memang ingin hasil yang signifikan, tapi tetap tidak mengubah bentuk wajah asli,” kata Nita yang sudah jadi pelanggan klinik ini sejak 2006.
Sebagai figur publik yang kerap tampil di layar kaca, termasuk menjadi juri di sejumlah ajang audisi dangdut, Nita mengaku semakin sadar pada detail penampilan. Tayangan ulang program televisi sering membuatnya menyadari garis-garis halus dan kerutan yang mulai muncul.
“Usia kan nggak bisa bohong. Saya sering lihat tayangan ulang acara, kok kelihatan ada kerutan. Saya ingin terlihat lebih segar, bukan mengubah wajah,” ujarnya.
Secara medis, facelift merupakan prosedur bedah untuk mengencangkan jaringan wajah yang mulai kendur, terutama di dua pertiga bagian bawah wajah hingga leher.
Sementara brow lift bertujuan mengangkat posisi alis yang turun serta mengurangi kerutan di area dahi dan sekitar mata.
Adapun operasi kantong mata atau blepharoplasty dilakukan untuk mengurangi kulit kendur dan penumpukan lemak di bawah mata agar tampak lebih segar.
Dr. Heri Noviana menyatakan optimistis terhadap hasil tindakan tersebut. Menurutnya, perencanaan sudah dilakukan secara detail dengan mempertimbangkan struktur wajah Nita.
“Kami sudah mempelajari karakter wajah Mbak Nita secara menyeluruh. Tujuannya bukan mengubah, tetapi mengembalikan kekencangan dan kesegaran yang mulai berkurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kombinasi tiga prosedur dalam satu waktu dapat memberikan hasil yang lebih harmonis, selama kondisi pasien memungkinkan dan melalui evaluasi medis yang ketat.
Bagi Nita, operasi ini bukan sekadar soal estetika, melainkan bagian dari ikhtiar merawat diri. Di usianya yang kini memasuki kepala empat, ia merasa sentuhan teknologi kedokteran bisa membantu menjaga kepercayaan diri dalam berkarier.
“Saya sudah nggak muda lagi. Jadi memang butuh perawatan ekstra agar tetap terlihat fresh. Tapi yang penting tetap jadi diri sendiri,” ucapnya. (NVR)
